Fortisimillo

Smile, Breath, Believe💓

Ada yang bilang, yang paling bekerja keraslah yang selalu jadi pemenang.

Lalu, bagaimana keajaiban melakukan tugasnya?

Ada yang bilang, yang paling berpengalaman lah yang akan jadi orang paling unggul.

Lalu, bagaimana dengan mereka yang–karena takdir, tidak memiliki pengalaman lebih daripada orang lain?

Bagaimana keajaiban dapat melakukan tugasnya?

Aku mengarang tulisan ini untuk berbagi kepada kalian tentang arti mimpi, harapan, dan kepercayaan yang sebenarnya. Mungkin apa yang ku ungkapkan ini akan bertentangan dengan kalian, tapi tidak mengapa. Karena hidup ini adalah tentang mencari makna tersembunyi–beribu makna dengan beribu warna yang dimiliki beribu jiwa manusia yang berbeda. 

Dan makna kali ini, adalah makna dariku. Dari seorang gadis kecil di suatu daerah kecil di Indonesia, yang mencoba memandang mimpi, harapan, dan kepercayaan sebagai suatu hal yang baru.

Dulu, aku selalu menganggap bahwa mimpi selalu dapat dicapai. Berbagai quotes motivasi yang ku dapatkan,–entah itu dari internet ataupun buku-buku–selalu mengungkapkan satu hal yang dapat kusimpulkan sebagai berikut : berimpianlah, berusahalah, dan kau pasti dapat mewujudkannya.

 

Aku meyakini hal itu selama beberapa tahun dalam hidupku. Karena quotes seperti itu, aku menjadi lebih berani dalam bermimpi. Aku pernah bermimpi ingin menjadi penulis terkenal yang suatu saat dapat membawa ceritaku ke layar lebar. Oh, atau, aku juga pernah bermimpi ingin menjual martabak manisku ke teman teman hingga akhirnya mendirikan usaha jualanku sendiri. Atau yang paling sering ku mimpikan, yaitu menjadi juara terbaik dalam setiap persaingan yang ada.

Coba tebak satu hal. Apakah aku dapat mewujudkan semua impianku? Apakah dengan aku berani berimpian saja, aku dapat dengan mudah menjadi sukses mewujudkan semuanya?

Nyatanya tidak semudah itu. Sudah berapa kali aku jatuh bangun, melawan segala penderitaan dan rasa sakit, penat, dan lelah yang menyerang fisik dan pikiranku. Sudah berapa kali aku bekerja keras untuk mewujudkan impianku, karena aku selalu percaya bahwa impianku dapat terwujud–tentu tidak dapat terwujud begitu saja–dengan bekerja keras.

Dari sini, aku mengambil satu makna : Mimpi, tidak semuanya dapat terwujudkan sekalipun kita benar benar menginginkannya.

Dan dari sini, aku ingin berpesan satu hal : Smile. Tersenyumlah ketika satu mimpimu tidak dapat terwujud. Tidak apa apa, kawan. Kau tidak perlu memaksakan dirimu, kau sudah berlari dengan menggunakan hatimu sepenuhnya, kini saatnya kau luangkan hatimu sejenak, untuk tersenyum :) Tersenyum, untuk apa? tersenyum untuk kegagalanku? mungkin sebagian besar dari kalian berpikiran seperti itu. Tidak, bukan untuk kegagalanmu. Kau bukan orang yang gagal, kau adalah seorang pejuang. Pejuang yang berani memperjuangkan mimpinya. Tersenyumlah atas perjuanganmu yang indah itu :)

Aku ingin bercerita sedikit tentang perjuanganku meraih juara pada persaingan kelas. Aku sangat bekerja keras waktu itu agar dapat meraih juara 1. Aku ingat betapa lelahnya aku ketika harus belajar keras menjelang ulangan–itu kulakukan dengan semangat, tanpa merasa terbebani, sampai-sampai aku berhasil melewati jam belajarku hingga semalaman penuh–dan dari situ, aku berharap akan mendapatkan nilai yang memuaskan (sejujurnya, aku berharap mendapatkan nilai terbaik dari semua orang di kelas, terutama dari saingan terberatku). Berbekal kerja keras, aku kembali berusaha. 

Coba tebak satu hal. Apakah aku terjamin dapat meraih nilai tertinggi karena kerja kerasku? Apakah pada akhirnya, aku PASTI berhasil mengalahkannya? 

Nyatanya, tidak kawan.. :) Bahkan pada pembagian peringkat, aku tetap tidak dapat mengalahkan dia. Bahkan setelah semua kerja kerasku selama ini.

Aku sedih, benar-benar sedih. Apa yang salah atas mimpi dan kerja kerasku selama ini, yang bahkan aku tidak dapat mewujudkannya sama sekali? dimana kekuatan mimpi–seperti yang biasa disuarakan oleh para orang sukses di dunia??

Aku mencoba mencari makna yang sebenarnya tentang kerja keras. Namun, aku baru menemukannya setelah 1 tahun kemudian, tepat ketika aku mengikuti sebuah lomba tingkat provinsi di suatu universitas. Saat itu aku masih duduk di kelas 2 SMA, sedangkan lombanya menyangkut pelajaran kelas 1, 2, dan bahkan kelas 3. Dan parahnya lagi, lomba ini mencampurkan tingkatan kelas 2 dan kelas 3 bersama.

Aku ingat seberapa kurangnya persiapan ku saat itu. Bagaimana bisa, dalam 2 hari aku mempelajari seluruh pelajaran, apalagi mempelajari pelajaran kelas 3 yang bahkan ilmuku belum mencapai tingkatan seperti itu? Sedangkan aku melihat kakak kelas belajar dengan giat. Kau tahu, seberapa pesimisnya jika kau berada pada posisiku :) Itulah yang aku rasakan. Tapi, apa boleh buat, aku berusaha keras belajar–memahami pelajaran kelas 3 yang sempat membuat dahiku berkeriput.

Mungkin orang-orang akan berpikir, tidak akan mungkin seorang adik kelas mampu mengalahkan peringkat kakak kelasnya. Tidak akan mungkin orang yang kurang berpengalaman menjadi pemenang. Tidak akan mungkin orang yang kerja kerasnya kurang menjadi yang terbaik.

Tapi dari pengalamanku, aku mengungkapkan bahwa apa yang orang-orang percayakan itu, itu salah. Itu salah, kawan :) Hidup memiliki misterinya sendiri.

Namun dari sini, aku berhasil mengambil satu makna : Kerja keras. Kerja keras bukan berarti kau menghabiskan setiap detik menit jam mu untuk berusaha. Tidak, itu bukan kerja keras. Itu justru menyiksa diri. Bukan mereka yang selalu bekerja setiap menit-detiknya lah yang terjamin pasti berhasil, tetapi mereka yang mengusahakan sesuatu yang mereka tahu itu susah untuk dilakukan, namun mereka tetap berusaha melakukannya–bahkan sedikit demi sedikit–sambil percaya, bahwa mereka bisa :) Bukan pula mereka yang mudah menyerah ketika berusaha keras menghadapi rintangan, bukan pula mereka yang bersantai ketika tahu rintangannya tidak seberapa bagi mereka.

Dan dari sini, aku ingin berpesan satu hal : Breath.  Tariklah nafasmu dalam-dalam ketika kamu merasa kerja kerasmu tidak berhasil mewujudkan impianmu. Tariklah nafasmu ketika kau menyadari bahwa kau harus melakukan kerja keras yang membuatmu berpikir bahwa itu diluar batas kesanggupanmu. Setelah itu, bisikkan ke dirimu sendiri, bahwa dalam kerja kerasmu kali ini, kau bukan dituntut untuk selalu berusaha setiap menit detik jam, tetapi dituntut untuk tidak menyerah dalam usahamu. Itu saja. Kau pasti bisa :) dan jangan lupa, sayangi dirimu💓

Dan terkahir, aku ingin berbagi kisah tentang kepercayaan. Bukan masalah agama, kok. Namun kepercayaan yang berkaitan dengan keyakinanmu pada diri sendiri. Seberapa yakinkah kamu terhadap dirimu?

Kau masih ingat, pada kisah perjuanganku meraih peringkat terbaik di kelas. Aku percaya diriku–aku percaya pada mimpiku, bahwa aku bisa melakukannya. Aku selalu bilang pada diriku bahwa aku bisa menang, dan aku akan menang! Aku tidak boleh ragu atas diriku sendiri, dan bahwa aku selalu bisa menjadi yang ku mimpikan.

Coba kau tebak. Apakah dengan kepercayaanku yang tinggi itu, aku dapat mewujudkan mimpiku? Apakah dengan kepercayaanku itu, aku akhirnya menjadi peringkat terbaik?

Namun kenyataannya tidak, kawan.. :) Dari situ aku sangat, sangat bersedih. Apa gunanya kepercayaan, jika begitu akhirnya? Aku sudah berusaha menghilangkan semua ketakutan dan keraguanku atas diri sendiri, tapi hasilnya tetap, tidak bisa. Aku tidak bisa.

Aku kembali berusaha mencari makna sebenarnya tentang kepercayaan. Dan aku kembali menemukan jawabannya 1 tahun kemudian, yap, tepat ketika aku mengikuti lomba tingkat provinsi itu.

Jujur, saat aku mengikuti lomba itu, aku sadar dengan sesadar-sadarnya, bahwa aku memiliki kemungkinan untuk kalah. Aku yakin bahwa aku dapat kalah. Tapi, di sisi lain aku juga yakin bahwa aku dapat menang. 

Mungkin orang-orang berpikir bahwa yakin dapat kalah adalah hal yang salah. Hal terlarang. Bahwa kita, bagaimanapun juga, harus selalu berkeyakinan menang.

Tapi, tidak, kawan. Keyakinan dapat kalah tidak dapat berdampak buruk, sebagaimana keyakinanmu menang tidak selalu menjaminmu untuk jadi pemenang setiap waktu. 

Dan dari sini, aku mendapatkan satu makna : Percaya. Percayalah bahwa dalam perjuangan kau memiliki peluang untuk kalah dan peluang untuk menang. Tapi, jika kau melakukan perjuanganmu dengan hati, maka kau pasti akan berpikir bahwa semua ini bukan tentang menang atau kalah lagi. Namun, tentang kisah perjuangan itu. Ya, tentang betapa indahnya dan menginspirasinya kisah perjuanganmu. Yakinlah, namun ingat satu hal. Kau tidak diperbolehkan untuk khawatir kalah. Tidak! seorang pejuang boleh yakin bahwa dia dapat menang atau kalah, tetapi pejuang sejati terlarang untuk khawatir kalah.

Dan dari sini, kawan, aku ingin berpesan : Believing. Karena dalam perjuangan akan selalu ada kekalahan–lengkap dengan paket hikmah dan pengajarannya, dan akan selalu ada kemenangan pula. Maka dari itu, kau tidak dituntut untuk sepenuhnya yakin menang jika kau merasa bahwa kau memiliki kemungkinan kalah pada suatu perjuangan. Yakinlah akan dua hal penting tersebut, karena kedua hal tersebut akan selalu ada dalam setiap perjuangan :)

Dan dari seluruh ceritaku itu, kawan, aku ingin mengingatkan satu hal : Smile, breath, believing. Jangan melupakan 3 hal tersebut dalam perjuanganmu. 3 hal yang aku dapatkan dalam mencari makna sebenarnya dari mimpi, harapan, dan kepercayaan versiku sendiri.

Terimakasih. :)