Yuristika

tetap kejarlah impian mu walau nanti ada saat di mana kamu meras terpuruk dan ingin berhenti. Namun tetaplah yakin kalau kalian bisa menggapai impian mu

Hai aku alvin aku seorang mahasiswa dan aku seorang pianis. Ya bisa dibilang aku seorang pianis yang handal tapi beberapa tahun lalu aku sempat berhenti bermain piano. Aku akan menceritakan sedikit kenapa aku berhenti bermain piona.
    Ibu ku adalah seorang pianis handal dan aku sudah di ajari bermain piano oleh dia sejak aku berumur 2 tahun. Saat aku usia 3 tahun aku sudah memperoleh banyak penghargaan, disaat aku sedang gemilang-gemilangnya aku harus tau kalau ibu ku sakit kanker sudah stadium akhir dan dokter bilang kalau umur ibu ku sudah tidak banyak lagi dan ibu berkata “ jika kamu sayang sama ibu kamu harus bisa menjadi pianis terkenal dan ibu akan sembuh dari penyakit ibu “ mulai dari situ aku berlatih sangat keras bersama ibu. Ibu mengajari ku dengan sangat keras jika aku salah membaca not nya ibu suka memukul ku tapi aku menerima semua perlakuan itu demi kesembuhan ibu ku.
    Sampai suatu hari aku mengikuti kontes piano se-Asia dan dari kontes itu aku mendapat juara 1 tapi saat aku memberitahu ibu . ibu malah memukulku dengan tongkat yang dia pegang hingga hidung ku berdarah karena aku sudah tidak tahan lagi dengan semua itu aku mengucapkan kata-kat yang membuat aku menyesal, aku bilang “ alangkah baiknya ibu mati saja ”. beberapa jam setelah itu aku mendapat kabar dari bibi kalau kesehatan ibu semakin memburuk dan tepat 8 jam setelah kontes itu. Dari situ aku menyesal dan aku mulai berhenti bermain piano.

Saat SMA.....
    Saat aku SMA aku bertemu seorang cewek di taman dia sedang bermain biola bersama beberapa anak kecil. Permainannya keren banget. Karena aku punya janji sama temen jadi aku pergi ninggalin dia. 
    Besok nya di sekolah ada anak pindahan dari bandung. Aku sempat kaget karena ternyata cewek yang kemarin aku liat di taman dan sekarang dia ada dikelas ku. Dia menyapaku “ hai aku indah” aku membalasnya “ oh hai aku alvin ”. “ hmm alvin seneng bisa kenalan sama kamu, boleh saya jadi temen kamu ?” tanya indah. “ boleh “ jawab alvin

Pada saat 2 bulan sekolah dan istirahat.....
    ”alvin mau kekantin gak ? aku pengen makan tapi gak tau dimana kantinnya “ kata indah sambil tersenyum manis. “ hdeh yudh ayo cepetan ”kata alvin.
Saat sedang jalan menuju ke kantin indah  banyak nanya ke alvin. Hingga..... indah melihat ruangan yang penuh dengan alat musik namun kurang terawat. Indah berhenti diruangan itu. Alvin yang sudah jalan agak menjauh dari indah pun berbalik badan dan nyamperin indah yang sedang melihat ke ruangan itu. “ itu ruang musik mereka suka pake alat musiknya tapi gak suka ngerawatnya jadi ya gitu lah “kata alvin.
“ aku ingin masuk kesana, boleh kan?“ tanya indah. “ hmm boleh aja si ”jawab alvin.  Mendengar itu indah langsung lari masuk ke dalam ruangan musik itu. Idah mulai dengan membersihkan alat musik itu alvin yang melihat itu langsung berkata “ segitu sukanya kah kau dengan musik?”.” Ya gitu lah sini kau bantu aku membersihkannya“ kata indah. Akhirnya mereka berdua membersihkan ruangan itu. 
    Setelah selesai membersihkan mereka istirahat sambil ngobrol- ngobrol. “apakau bisa main alat musik ?” tanya indah. “ hmm aku bisa main piano tapi dulu “ jawab alvin. “ benarkah ? ayo kita main bersama ”. tanpa menunggu persetujuan dari alvin, indah langsung menarik tangan alvin menuju piano yang ada di ruangan itu. Alvin yang sudah duduk di depan piano ragu untuk memainkannya. “ ayo “ kata indah untuk memberikan semangat. Alvin mulai memainkan lagunya awalnya alvin memainkan lagu itu dengan baik namun saat dipertengahan alvin tiba – tiba berhenti. “ aku tidak bisa melanjutkannya lagi “ kata alvin. “ wah keren sekali “ kata indah dengan senyumnya yang manis. “ hah? Kau bilang itu bagus. Bahkan permainan ku tadi tidak ada apa-apanya dengan mu ” kata alvin. “ siapa bilang ? aku tau kau seorang pianis yang sudah memperoleh banyak penghargaan dari umur 3 tahun. Alviansyah ” kata indah sambil tersenyum. Alvin hanya terdiam.       “ alviansyah mau kah kau menjadi pengiring ku di kontes biola musik 6 bulan lagi ?“ kata indah. Alvin yang mendengarnya langsung menjawab “ aku tidak bisa, kau lihat kan tadi aku bermain gimana? Yang ada nanti aku hanya merusak penampilan kau ”. “ kita masih punya waktu banyak aku akan membantu kamu untuk berlatih lagi aku yakin kamu bisa “ kata indah. “ tidak aku tidak bisa “ kata alvin lalu dia meninggalkan ruangan itu. Selama 1 minggu indah terus memohon kepada alvin namun tidak ada perubahan hingga saat alvin yang sedang tiduran di atap sekolah “ alvin “ panggil indah. Alvin membuka matanya dan bilang “akhh aku tidak akan mengubah keputusan ku jadi percuma aja”. “ aku sudah tau semua kenapa kamu tidak ingin bermain musik lagi itu karena kamu masih terbayang-bayang almarhum ibu kamu kan ? “ kata inda. Alvin yang mendengar itu langsung bangun “ bukan hanya itu saat aku tak lagidapat mendengar suara piano” kata alvin.  “ tapi waktu itu kamu bisa memainkannya “. “ awalnya sih bisa tapi mulai di pertengahan suaranya tak lagi terdengar semakin diriku tenggelam oleh karena kosentrasiku dan disaat diriku semakin jauh tenggelam suara piano lah yang tak dapat lagi ku dengar. Pasti ini hukuman untuk ku. Maka dari itulah aku tak dapat memainkannya lagi “. “ kan kau tidak sendiri ada aku, ku yakin bahwa permainan kita nanti akan sangat disukai, aku ingin menyampaikan seluruh perasaan ku ke seluruh masyarakat bersama kamu tolong bantu aku, bimbing aku, jadi lah pengiring ku”kata indah sambil menangis. “ tapi aku gak betanggung jawab”kata alvin. “terima kasih”.
    Mulai dari situ alvin berlatih terus berlatih dan menghafalkan partiturnya 
Hari H kontes.....
alvin sangat panik tangannya berkeringat dan dia terus membaca buku patiturnya. Tiba-tiba indah datang dan mengambil buku yang sedang dibaca alvin. “ hey cepat kembalikan, aku sedang mempelajarinya “ kata alvin. “ sudah cukup kau mempelajarinya sekarang kamu bermain dengan hati mu, keluarkan semua perasaan mu, jika kamu tidak bisa mendengar suara piano mu nanti kamu tinggal mengingat apa yang kamu hafal selama ini. Tenang saja alvin kan ada aku disisi mu “ kata indah dengan penuh keyakinan. 
    Saat yang dinanti kan tiba. Alvin dan indah masuk ke dalam panggung dan mereka memulai permainan. Awal permainan semua berjalan dengan baik, namun saat dipertengahan partitur yang dimainkan alvin mulai kacau dan indah harus mengimbangi permainan alvin. Karena merasa akan lebih burukjika dia terus bermain akhirnya dia menghentikan permainannya. Indah yang tidak mendengar dentingan piano yang di mainkan alvin akhirnya memutuskan menghentikan permainannya dan berkata “ ayo kita mulai lagi “ kata indah. Akhirnya mereka memainkannya awal mungkin masih berantakan tapi akhirnya alvin mulai masuk ke dalam lagu yang sesungguhnya. Setelah selesai para penonton bertepuk tangan karna kagum dengan permainan mereka disaat terakhir. Walaupun mereka tau kalau mereka sudah gagal. 
    Beberapa menit kemudian indah pingsan. Aku dan beberapa panitia membawa indah ke Rumah sakit. Disaat itu lah aku tau kalau indah sakit kanker otak dan umurnya udah tidak lama lagi. Mulai dari situ juga Aku jadi sering ikut kontes – kontes musik lagi untuk membuat indah senang.  
Setahun kemudian indah meninggal karena penyakit yang di deritanya. Dan aku tetap menerus kan impian ku untuk menjadi pianis ternama. Aku sangat berterima kasih sama indah karena dia udah membuat aku bangkit dari ketepurukan rasa bersalah. 
Pesannya adalah tetap kejarlah impian mu walau nanti ada saat di mana kamu meras terpuruk dan ingin berhenti. Namun tetaplah yakin kalau kalian bisa menggapai impian mu 
 

dwiwahyu

keren bro


yasica

terharuuu :'(


awesomesindhi

bagus, pictnya sighatsu kimino uso


helenastg

bagus:)


Yuristika

Makasih semua nya