rezulaicho

“Setiap Orang Tak Terkecuali Pasti Memiliki Perjalanan Masalalu Yang Buruk, Berdamai Dengan Masalalu Yang Menjadikan Seseorang Sukses Di Masa Mendatang”

Rere merupakan gadis berumur 20 tahun yang akhir-akhir ini kerap dilanda kegalauan. Ia merupakan mahasiswi Universitas Negeri fakultas syariah yang notabe nya ilmu agama yang mumpuni. Sudah hampir 7 bulan ia menjalani long distance relationship. Beberapa hari ini ia merasa galau, galau bukan hal akan kerinduan, namun galau karena ia sebenarnya merasa tidak nyaman akan sebuah hubungan dengan status “Pacaran”. Bukan berarti sok suci atau gimana ya, namun akhir-akhir ini rere sering banget dilanda masalah. Mungkin itulah cara Tuhan mengingatkan agar rere tidak lagi terperosot dalam hal kemaksiatan.

“kenapa sih kamu akhir-akhir ini diem mulu, gak kek biasannya”? Tanya salah seorang teman cowok yang akhir-akhir ini sering ngribeti rere buat dibikinin tugas laporan magang, sebut saja mardi. “gapapa mar, Cuma lagi banyak pikiran ini itu aja” jawab rere dengan muka lesu. “ah kamu re, galauin Ldr lu kah?” “hmmmm… entahlah” jawab balik rere dengan muka yang masih lesu.

Akhirnya genap 3 bulan ia memutuskan hubungan dengan cowoknya, namun kegalauannya bukan malah terkurangi tapi bertambah. Yap,. Benar. Baru pertama ini rere benar-benar jatuh cinta, sosoknya yang begitu luar biasa membuat rere sulit move on darinnya. Dia merupakan sosok yang tergolong perfect di bidang apapun, selain dia aktif organisasi di kampusnya, dia juga disibukkan dengan laboratorium Assistant nya, selain itu dia juga guru private lesson. Yudha itu merupakan sosok penyayang keluarga, namun dibalik semua itu hubungan rere dengan dia tidak berjalan baik. Seakan akan dalam hubungannya itu hanya rere yang berjuang, seakan-akan hanya rere yang mencintai. Bahkan dia sama sekali gak pernah nyamperin rere ke tempat study rere. Dan ujungnya rere yang harus berjuang untuk bisa ke tempatnya, melampiaskan semua rasa rindunnya padannya. Perjalanan dalam kereta selama 7 jam, Surabaya-Jogja, dia sendirian dan merupakan pengalaman pertamannya. Sejujurnya rere yang merupakan cewek dengan tipe golongan darah O, sama sekali tidak menyukai hal yang dilakukan sendirian, ia akan merasa sangat sedih jika melakukan hal-hal sendirian. Namun saat itu ia sangat bahagia, karena ia tau, ia akan segera bertemu dengan kekasihnya, cinta yang beberapa bulan itu ia rindukan. Perjalanan Surabaya-jogja bukan hal yang dirasa melelahkan olehnya, meskipun seharian perutnya kosong, dia merasa sangat kenyang, dalam angannya hanya ada ribuan wajah Yudha.

Rere tipikal cewek yang akan melakukan apapun demi kebahagian orang yang ia saying.  Sebelumnya ia tidak pernah se jatuh cinta ini, akhirnya pada suatu ketika liburan semester, rere tak mau melewatkan kebersamaan nya itu, ia sangat paham kalau ia butuh waktu lama buat moment bersama dengannya. Akhirnya satu bulan sebelum hari H ulang tahun Yudha ia mempersiapkan beberapa kejutan yang tergolong menghabiskan lumayan dana itu. Tabungan yang seharusnya untuk uang pembayaran kos ludes buat acara kejutan kecil buat Yudha. Dia sangat bahagia melakukan semua itu.  

Sampai suatu ketika rere merasa bersalah pada dirinnya sendiri. Rere merasa lebih mencintainnya dari apapun itu, mencintai keluargannya daripada keluarga rere sendiri, mencintai teman-temannya daripada teman-teman rere sendiri, mencintai kehidupannya daripada kehidupan rere sendiri. Selama ia berhubungan dengan Yudha, ia merasa sangat dijauhi Allah, dijauhi keluarga dan teman-temannya.

“Nan, menurut kamu aku salah gak sih, mutusin cowok dengan cara kayak gini”? Rere mencoba meminta saran dari nanda temen baru sekamarnya rere itu. “ menurut aku sih ya, caramu agak salah. Seharusnya kamu gak perlu juga ganti profil cowok lain gitu, terus kamu gak perlu juga kan bilang kamu lebih nyaman sama cowok lain, jelas-jelas yang ada dihati lu Cuma yudha, ngapain bilang yang ngada-ngada gitu ke dia, dengan caramu yang gak dewasa kek gitu, malah kamu yang kelihatan jahat banget di matannya, mungkin kalau Yudha gak sesabar itu, dia udah ninggalin kamu sebelumnya”. Tanggapan nanda yang akhirnya membuat rere sedikit merasa bersalah. “Yah… itu yang aku mau nan, aku pengen dia anggep aku wanita jahat, biar dia pada akhirnya mudah melupakanku”L,”bahkan teman dia bilang aku wanita yang gak baik untuknya, aku cuma pengen mengurangi sedikit rasa yang sangat berlebihan itu, rasa yang tidak seharusnya tercipta, rasa yang menguasai seluruh hati untuk menghancurkan logika, bahkan aku mengada-ngada ke dia kalau aku telah menemukan cowok lain yang lebih baik dari dia, namun itu sebenarnya ungkapan basa basi agar dia secepatnya menjauhi aku, walaupun kadang aku masih sering mencarinnya dengan sebatas chat basa-basi, sejujurnya itu ungkapan rasa rinduku yang salah, rasa rindu yang harusnya tak boleh muncul di sela perjalanan hijrahku.”

“aku paham re, kita udah 3 tahun kenal meskipun baru beberapa hari sekamar, namun aku paham betul karaktermu. Aku turut sedih, wanita sepolos kamu kena rayuan cowok yang gak punya hati kek Yudha. Bahkan dia beberapa bulan putus sama kamu, udah gercep aja dapat cewek lain ,hmmm. Cowok macam apa kek gitu, benar-benar gak tulus. Setelah udah menikmati apa yang dia mau, dia mudah aja beralih ke cewek lain. Dia mungkin anggep first kiss itu gak terlalu ngaruh baginnya, namun bagi cewek polos kek kita, hmmm itu sangat berharga. Rasannya nyesel yang luar biasa kan ya, ciuman yang seharusnya untuk kekasih halal itu dilakukan orang lain yang sama sekali tidak berjuang untuk menghalalkan kita. Udah ah re, jadikan masa surammu buat langkah awal yang baik kedepannya. Semua orang pasti punya masa masa buruk sebelumnya. Mencontoh kisah salmafina dan taqy aja re, taukan kisah salma sebelumnya kayak gimana? Yah semoga nanti kamu juga mendapatkan taqy taqy yang lain”J .

Sepertinnya mereka berdua termotivasi sama kisah asmara salmafina dan taqy yang merupakan hafidz yang banyak dikagumi kaum hawa. Hehehe. Memang proses move on rere belum sepenuhnya berjalan lancar, bahkan setelah Yudha menjalin hubungan dengan wanita yang sekampus dengannya, ia masih sering stalking tentang hubungan baru mereka. Sampai pada akhirnya rere harus benar-benar melepaskan semua hal tentangnya, dari semua ribuan koleksi foto kebersamaan dengan Yudha, kontak nomer Yudha(meskipun dia hafal banget nomernya), semua diary yang menuliskan perjalanan cinta mereka, semua kenangan itu dihapus di memory laptop rere. Akhirnya semua akun sosial media yudha di blokir sama rere, bukan karena rere membenci Yudha, namun itu semua semata-mata untuk berdamai dengan hati yang meronta.

Jika ada yang bilang, di islam kan memutus tali silaturahmi gak diperbolehkan? Memang benar, memutus silaturahmi dengan sesama saudara yang mengajarkan kita pada hal kebaikan itu sangat tidak diperbolehkan, namun jika orang itu mengajarkan hal buruk terhadap kita, apa mungkin Allah tetap melarang. InshaAllah, apabila niat kita baik, Allah akan lebih menyayangi hambannya yang ingin menuju ke jalan yang sesuai syariat kan ya? J .Sekarang gini ya, di logika aja pacaran dalam islam aja kan gak boleh? Berarti otomatis mantan pacar kan ya gak diperbolehkan? Terus apa salah menjalin hubungan pertemanan dengan mantan pacar? Pertemanan tidak harus dijalin dengan komunikasi kan ya, sebisa mungkin untuk menjaga hati masing-masing alangkah baiknya tidak sama sekali saling komunikasi, karena mantan itu aib kita J, jadi sebisa mungkin jangan menceritakan aib kita kepada siapun.

Keputusan rere untuk memutuskan komunikasi dengan Yudha bukan maksud untuk memutus tali silaturahmi kok, hanya saja dia tidak mau lagi mengingat aibnya. Dia telah berjuang keras hingga sekuat yang sekarang ini, ia memulai hijrahnya untuk melepas sesuatu yang amat ia cintai dan berharap jadi kekasih halalnya dunia akhirat, namun Allah lebih mencintai Rere dengan memisahkan dengan orang yang salah itu. Benar menurut rere, bukan berarti benar menurut Allah. Allah lebih tau mana yang terbaik buat Rere.

Tepat sebulan terakhir hijrah rere, ada kehidupan baru yang menentramkan hati dan jiwa rere. Ia telah berhasil berdamai dengan hatinnya. Rere lebih dekat dengan Allah, keluarga, dan teman-temannya. Ia banyak belajar dari teman-teman muslimahnya, bukan hanya itu, ia juga mulai bergabung dalam komunitas berani berhijrah dan komunitas kajian-kajian muslimah lainnya.  Berdamai dengan masalalu memang tidak mudah, namun apabila senantiasa bersama Allah, maka akan dimudahkan olehNya. Seseorang yang berjalan dijalan yang salah, maka Allah akan mengingatkan dan menuntunnya sampai pada jalan yang benar. Oleh sebab itu, berdamailah dengan masa lalumu yang buruk, kelak itu akan menjadikan langkah awalmu meraih sukses di masa mendatang.