sebuah dialog singkat yang membuahkan pemikiran tentang hidup. 'Apa sejatinya hidup ini?' hingga akhirnya terjawablah dengan sebuah kesimpulan bahwa hidup adalah ... selamat membaca :)
Life is ...
Banyak hal yang terjadi dalam hidup. Baik itu hal yang menyenangkan maupun yang memilukan. Pahit manis hingga getir hidup serasa terus mengikuti disetiap jejak langkah, baik secara berdampingan maupun bergantian. Entah kenapa pemikiran ini terlintas ketika lelah fisik setelah perjalanan Surabaya – Jakarta. Mungkin karena banyak yang terlihat oleh mata dan membandingkan dengan kehidupan yang saat ini sedang aku jalani.
“Hidup itu menurut papah apa?” celotehku memecahkan keheningan perjalanan ini.
“Hidup itu misteri, karena kita kan ngga akan pernah tau apa yang akan kita hadapi besok.” Jawabnya singkat dengan sedikit penjelasan.
“Kalau itu semua orang juga tau pah. Memang benar hidup itu misteri, karena kita tidak bisa mengetahui apa yang terjadi besok. Jangankan besok, satu detik lagi apa yang terjadi juga ngga ada yang tau kan? Kita sih mikirnya satu jam lagi kita sampe di rumah, trus mandi, makan, tidur. Tapi kan ngga ada yang tau kalo tiba tiba-semoga ngga terjadi-kita kenapa kenapa disini. Maut kan bisa datang kapan saja.” Jawaban bijak ibu mulai mengurai kebingunganku tentang arti hidup.
Ya memang ada benarnya juga. Hidup itu misteri. tidak akan ada yang tau masa depan itu seperti apa. Namun ungkapan ini seakan membuatku untuk menjalani hidup disaat ini saja, detik ini. Karena detik berikutnya belum tentu berdetik lagi. Seakan mimpi itu tak akan berarti. Namun sisi positif dalam diri mengabarkan bahwa “tidak ada yang salah dari mimpi. Bermimpilah setinggi mungkin, ketika jatuh kau ada di antara bintang-bintang.” Namun logika ku langsung menjawab “Bukankah semakin tinggi kamu terbang maka akan semakin sakit saat jatuh?”
“Mengapa tiba-tiba kamu bertanya seperti ini?” Tanya papah heran.
“Ngga papa sih pah, hanya penasaran aja pendapat papah seperti apa. kan banyak pepatah yang menyatakan life is adventure, life is choice, life is mistery. Ternyata papah sepakat juga kalau hidup itu misteri.” Jawabku.
“Memang seperti itu kan? Jadi hidup itu seakan seperti misteri, misterius gitu. Seperti ada teka-teki yang harus dipecahkan.” Jawabnya singkat.
“Hampir sama dengan hidup itu petualangan dong pah. Mereka yang memiliki pemikiran seperti itu mungkin berfikir hidup itu seperti sebuah petualangan yang harus di selesaikan. Mungkin juga mereka menganggap bahwa setiap hal yang mereka hadapi adalah tantangan. Jadi mereka sangat bersemangat untuk menyelesaikan petualangan ini. Atau justru mereka menganggap hidup ini seperti sebuauh permainan yang akan berakhir tuntas atau justru gagal?” Tanyaku bertambah lagi.
“Ya beda dong dek, kalau mencari jawaban sama menyelesaikan tantangan. Tapi hampir sama juga sih, didalamnya nanti mereka juga akan mendapatkan pilihan. Jadinya hidup itu pilihan, iya pasti. Karena semua kita yang memilih kan, Allah yang menentukan?” Jawab Papah yang semakin berfikir keras untuk menyudahi kebingunganku saat ini.
“Beda kali , Pah. Yang ada itu manusia berusaha, Allah yang menentukan. Tapi bukan berarti setiap perbuatan yang buruk itu suatu ketetapan dari Allah lho, itu beda lagi. Hidup itu pilihan, jelas. Kecuali 4 hal kan, kita ngga bisa memilih kita mulai lahir kapan, mati kapan, berjodoh sama siapa dan rizki apa yang akan kita dapatkan. Semua itu milik Allah, kita hanya dititipin saja. Bahkan nafas ini juga hanya titipan. Tapi kita kan bisa berusaha untuk tetap memilih makanan yang baik agar kita tidak sakit, kita bisa memilih juga untuk tidak berbuat amoral dan sebagainya. Pada dasarnya memang dalam hidup itu ada pilihan, baik atau buruk. Tinggal kita saja ingin menjadi seperti apa. nyambung sama mimpi yang tadi kan? Intinya kita berusaha, memilih yang terbaik, Allah yang menentukan.” Jawab Ibu antusias.
Fikiran dan hati ini mulai mencari titik tengah dari beberapa pernyataan yang ada.
“Yaa.. yang pasti itu hidup harus dijalani, to?” Jawab Papah dengan dialeg Jawa.
Seketika kita tertawa bersama.
“Ya iya to, kalo ngga dijalani trus mau mati gitu?” sahut ibu di sela tawanya.
***
Ya benar, hidup itu pilihan. Bahkan matipun bisa menjadi pilihan untuk tidak meneruskan hidup dan memilih untuk bunuh diri. Tragis memang, tapi itulah hidup. Masing-masing orang memiliki karakter dan pemikiran yang berbeda-beda. Termasuk dalam memandang hidup seperti apa, dan apa itu hidup. Yang pasti hidup itu terus berjalan, sampai Tuhan berkata “Waktunya pulang, nak.”
Sesampainya di rumah, rencana yang sudah disiapkan berganti. Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 21.00 WIB, dari rencana awal kita akan sampai dalam 1 jam, mandi dan makan, tidur tidak sesuai apa yang diperkirakan. Faktanya kita 3 jam di perjalanan-dari estimasi awal untuk sampai kerumah.karena perjalanan padat, macet, ada kejadian kecelakaan juga sehingga membuat jalan yang biasanya lancar menjadi macet berkepanjangan. Akhirnya kita memutuskan untuk makan di warung sekitar karena tak kuat menahan lapar. Untuk jam sekian, haruskah saya mandi? Mungkin lansung tidur merupakan pilihan yang paling menyenangkan. Tapi bau keringat ini.. ah sudahlah. Akhirnya aku memutuskan untuk mandi dengan air hangat saja.
Selesai mandi, apa yang ada difikiranku tadi kembali mengusik. ya benar, hidup itu misteri. Dari perjalanan tadi juga cukup menjawab bagaimana harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Papah berusaha untuk mengemudikan mobil agar mencapai rumah secepat mungkin, Allah berkata lain. Memang kita seakan tidak bisa menentukan. Hanya bisa memilih dan berusaha, tentunya dengan pilihan terbaik dan berharap Allah akan senada dengan apa harapan kita. Benar-benar misteri yang didalamnya ada berbagai pilihan dan tindakan.
"Sejatinya hidup itu apa?" Gumamku.
sembari menunggu kantuk, ku ambil phone cell dan mencoba mencari musik relaksasi yang tepat. Namun rasa ini masih saja mengganggu. seakan jawaban-jawaban yang Papah dan Ibu berikan tidak melegakan rasa dahagaku. masih saja mencari jawaban apa yang sebenarnya aku fikirkan saat ini.
search di google. Banyak Quote yang berbicara tentang hidup. seperti yang dibahas tadi.
hidup itu pilihan.
hidup itu tantangan.
hidup itu petualangan.
hidup itu misteri.
"Semua pilihan dan misteri ini akan terjadi jika ada ... kesempatan." tanpa sadar aku masih saja bergumam.
sepertinya hal kita terlahir, itu karena Allah memberikan kesempatan kepada ruh kita untuk turun ke Bumi dan menjadi manusia. Hidup sama dengan kesempatan yang Allah berikan, bukan mati.
Kali ini aku yakin dengan pendapat hati dan fikiran yang sedari tadi selalu membuatku bergumam. Karena kita diberikan kesempatan untuk hidup, untuk itu kita hidup. bahkan beberapa ulama juga menyatakan bahwasanya saat kita tidur hampir sama dengan mati, karena Allah memberikan kesempatan kita hidup, maka kita dibangunkan lagi.
senang sekali seakan mendapatkan jawaban dari langit. Pada dasarnya memang hidup adalah sebuah pilihan yang terjadi atas kesempatan yang diberikan. teriang sebuah nada dalam lirik lagu yang di senandungkan oleh Raihan,
ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit dan hidup sebelum mati.
ya benar, kesempatan.
Selagi masih diberikan kesempatan waktu, kesehatan, kelapangan dan banyak lagi nikmat yang Tuhan berikan, lakukanlah yang terbaik dan jangan menunda untuk melakukan kebaikan. Karena belum tentu akan ada kesempatan lain yang akan diberikan. Mungkin itu mengapa ada pepatah yang menyatakan bahwasannya kita dihimbau untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, and it recorded that "opportunity never come twice". be wise :)
Quote : Hidup adalah Kesempatan-Zaina Akhsa.
tulisan pertama dengan sekali edit. mohon maaf sebelumnya kurang sempurna, karena saya baru mulai belajar. semoga bermanfaat 