I'm not a psycopath I'm a high functioning sociopath
FIRST LAUNCH buku satu
PROLOG
Seattle mengalami musim dingin yang lebih dingin daripada tahun sebelumnya, “aku tidak tahu apa yang akan terjadi apabila aku tidak bertemu dengannya pada hari itu” kata James sambil duduk dan menghisap cerutunya yang hampir habis. “apa yang terjadi kek?” jerico yang daritadi sbuk mengutak – atik gadgetnya menoleh ke arah kakeknya. “akan kuceritakan bila kamu duduk di dekatku sambil mendengarkanku” jerico meletakkan gadgetnya dan duduk di dekat kakeknya. “baiklah akan kuceritakan, jadi saat itu..”
ABAD 21
Terjadi peperangan besar antara manusia dengan penyihir. Beberapa penyihir membenci manusia dan ingin mesmunahkan manusia. Beberapa penyihir berdiskusi apa yang akan mereka lakukan pada manusia, “manusia itu lemah! Mereka bahkan tidak sanggup menyamai kita!” seru salah satu penyihir. “ya aku juga setuju! Musnahkan saja manusia itu!” sahut penyihir lainnya. Terbentuklah sebuah kelompok penyihir jahat untuk memusnahkan manusia, kelompok ini dikenal dengan nama “merciless”. Merciless membunuh manusia dengan brutal, tidak banyak manusia yang selamat. Para manusia yang selamat dari serangan merciless tidak ambil diam melihat hal itu, mereka berkumpul untuk berdiskusi bagaimana cara menyelamatkan umat manusia dari serangan merciless. Salah satu ilmuwan bio-fisika bernama Lisa Braun mengungkapkan idenya agar manusia mempunyai kekuatan super, kekuatan yang tidak hanya untuk bertahan dari serangan penyihir jahat tetapi juga menyelamatkan umat manusia dari kepunahan. Lisa Braun mengembangkan serum agar manusia mempunyai kekuatan super, dan eksperimen pun dimulai. Tak banyak calon eksperimen yang berhasil, tetapi ada diantara mereka yang berhasil. Pengguna kekuatan ini menyebut diri mereka “the saver”, setelah mengalami beberapa kemenangan, The saver berhasil memukul mundur merciless tetapi jumlah mereka berkurang banyak dan beberapa anggota merciless melarikan diri, bersembunyi di tengah – tengah manusia, berpura – pura sebagai manusia, begitupun the saver dan para penyihir lainnya.
ABAD 22
“kekuatan ini tidak boleh kamu gunakan untuk melukai sesorang, apa kamu mengerti?” katanya terengah – engah sambil memegang erat tangan James, genggamannya makin lama makin lemah. “hei? hei? Hei! Jawab aku!” James menguncangkan tubuh orang itu dengan keras.
Alarm di pagi hari membuat James terbangun dari mimpinya, pandangannya tertuju pada sinar matahari yang menembus jendela kamarnya. James menghela nafas dan bergumam “sudah lama sekali sejak aku memiliki mimpi itu”.
James Scarlet, seorang manusia biasa yang sejak kecil mengagumi the saver dan selalu membayangkan dirinya ketika menjadi the saver. Tetapi semua orang selalu mengatakan kepada James jika the saver, merciless, dan penyihir itu hanyalah dongeng untuk anak kecil.
Tetapi hal itu tidaklah benar bagi James, saat James berumur 15 tahun, James suka menyendiri sambil membaca buku yang dia ambil dari perpustakaan milik ayahnya di halaman belakang rumahnya, James menyebut tempat itu tempat rahasia karena tidak satu orang pun yang mengetahui tempat persembunyiannya selain James sendiri. Suatu hari, saat James berlari ke tempat dimana ia biasa membaca buku, James melihat seseorang tergeletak tidak jauh dari tempat persembunyiannya. James memberanikan diri untuk mendekati orang itu, dilihatnyalah laki - laki dengan badan berotot itu mengeluarkan darah yang sangat banyak. Dengan cepat James merobek bajunya dan menahan luka orang itu agar tidak mengeluarkan darah lebih banyak lagi, meskipun baru pertama kali melakukan tindakan medis seperti ini, setidaknya James tahu apa yang harus dilakukannya karena ia banyak membaca buku tentang medis. James yang masih sibuk mengurus luka orang itu melihat bahwa orang itu sulit membuka matanya, banyak darah membasahi wajahnya. Melihat hal itu, James berlari kembali ke rumah untuk mengambil air dan membasuh muka orang itu hingga bersih. “hei apa kamu bisa mendengarkanku?” James bertanya kepada orang itu sambil terengah – engah.
“dimana aku?” tanya orang itu. “kamu ada di Seattle, apa kamu tahu dimana itu Seattle?”
“Seattle? Apakah aku berhasil sampai di rumah John Scarlet? Apakah kamu tahu orang bernama John Scarlet. nak?” tanya orang itu sambil terbatuk – batuk. John Scarlet? Kenapa orang ini mencari ayah? Apa urusan orang ini dengan ayah? Belum sempat James menanyakan rasa pernasaran di pikirannya, orang itu menggengam kuat tangan James. “dengarkan aku nak, merciless mengincar kalian para manusia, mereka masih hidup, gunakan kekuatan yang akan kuberikan ini, temukan the saver, kalahkan merciless” orang itu memegang tangan James lebih kuat sampai James meringis kesakitan, James merasa tangannya memanas, James hanya bisa melihat sinar sangat terang yang menyilaukan hingga dirinya tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi. Saat sinar yang menyilaukan mulai hilang laki – laki itu melanjutkan kata – katanya, “kekuatan ini tidak boleh kamu gunakan untuk melukai seseorang, apa kamu mengerti?” katanya terengah – engah sambil memegang erat tangan James. Kuatnya genggaman orang itu dan rasa panas yang membuat James terengah – engah mulai menghilang. “hei? hei? Hei! Jawab aku!” James menguncangkan tubuh orang itu dengan keras, dipkiran James hanyalah jawaban dari rasa penasaran yang belum sempat terjawab. James memanggil John, pelayan keluarganya untuk membantunya membawa orang itu ke dalam rumah. “tuan muda, kita tidak boleh membawa orang tak dikenal ke dalam rumah” kata John. “kamu bisa mengatasi masalah yang terjadi jika orang ini berbuat macam – macam, kan?” kata James dengan senyum miring.
Perlahan orang itu sadar dari pingsannya, John memberi penjelasan bahwa berkat James lah dirinya boleh masuk. John membawa orang itu ke kamar James, “oh! Akhirnya kamu sadar juga” orang itu melihat James sangat senang. “silahkan duduk”
“perkenalkan namaku James, James Scarlet. Jadi tidak berlama – lama, bisakah kamu mulai menjelaskan mengapa kamu tahu ayahku? John Scarlet?” mendengar hal itu, wajah orang itu menegang. “kalau begitu, ijinkan aku memperkenalkan diri, namaku Griffin. Aku adalah manusia buatan John, aku berhasil disini berkat bantuannya.”
James mendengarkan penjelasan Griffin dengan saksama, “James, apakah kamu tahu tentang penyihir? Merciless?” James mengganguk. “ayahmu, John bersama pembimbingnya menciptakan kami, the saver” James terbelalak mendengar hal itu. “jadi, ayahku menciptakan kamu untuk melawan merciless? Mengapa?”
“jangan salah paham James, Lisa Braun, pembimbing ayahmu menculik salah satu penyihir dan mengambil kekuatannya untuk keuntungannya sendiri. Tetapi ayahmu mengetahui hal itu dan mengecam Lisa jika penyihir yang lain mengetahui hal itu, maka akan terjadi kekacauan”
“tetapi semua terlambat bukan? Penyihir mengetahui hal itu” James berusaha menenangkan dirinya. “iya benar begitu, maka dari itu ayahmu mencuri data dari temannya, Victor Frankenstein untuk membuat kami, dan Lisa mengembangkan kekuatan yang ia ambil itu dan membagi – bagikannya kepada kami”
“sekarang, dimana ayahku? Apa ia baik – baik saja?” tanya James dengan tergesa – gesa. “saat itu kami sedang di cek untuk perkembangan yang terjadi dari gabungan mayat dengan kekuatan penyihir, tiba – tiba merciless mendobrak pintu masuk dan menyerang kami. Aku berusaha menahan merciless agar ayahmu dan teman – temanku berhasil kabur, tetapi ayahmu yang sedang mengamankan data tentang kami mengalami luka yang parah, untungnya teman – temanku berhasil kabur membawa ayahmu dan aku pun berhasil melarikan diri”
James bersiap – bersiap untuk pergi ke sekolah, James bersekolah di Netcon Junior High School, satu – satunya sekolah yang dekat dengan rumahnya, karena dekatnya hanya dengan berjalan kaki saja, James bisa sampai di sekolah tanpa terlambat. “James, sarapanmu sudah siap, makanlah sebelum dingin” James yang sedang bersiap – siap mendengar suara John dari dapur. James keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur. James yang melihat roti panggang dengan selai coklat ditengahnya diatas piring menarik kursi dan duduk untuk makan sarapan paginya lalu berangkat ke sekolah.
“JAMES SCARLET!” teriak seseorang memanggil namanya. Saat James hendak menoleh ke arah suara itu. Tiba – tiba sesuatu menabrak James dan membuatnya terjatuh. Ternyata orang yang memanggil dirinya adalah Lisa Braun, teman sekelas James. “ada apa Lisa?” tanya James dengan suara parau, masih terkejut dan berusaha bangkit. Lisa membantu James berdiri dan mereka saling membersihkan baju mereka masing – masing. “bagaimana dengan kekuatanmu? Apa kamu sudah memiiki kekuatan lain?” kata Lisa sambil merapihkan rambut pirangnya yang panjangnya dapat menyentuh bahunya.
“ssshhtt! Jangan keras – keras! Bagaimana jika ada yang tahu jika aku adalah pengguna kekuatan?” kata James sambil menatap tajam Lisa. “maafkan aku james, aku tidak bermaksud” katanya sambil menepuk pundak James dengan keras, tidak terlihat ekspresi bersalah di wajah Lisa, malah dia tersenyum konyol. “yah, aku hanya bisa menggunakan telekinesisku sejauh 5 meter saja” kata James sambil menghela nafas. “bukankah itu adalah hal yang bagus?” katanya berusaha menyemangati James. “kamu ini sedang meledekku ya?” Jawab James kesal, eskpresinya berubah cemberut, Lisa membalas dengan tertawa keras. Lisa adalah satu – satunya teman yang dekat dengan James, karena itu James menceritakan tentang kekuatan yang ia dapatkan pada Lisa dengan syarat dia berjanji tidak memberitahu siapa – siapa tentang kekuatan yang James dapatkan. Percakapan diantara mereka berakhr karena mereka berbeda kelas.
Saat istirahat James merasakan seseorang menepuk pundaknya. James melihat sosok laki – laki dengan rambut keperakan itu adalah Markov Bell. “ada apa Bell?”
“aku baru saja membeli game baru, ayo main di rumahku, aku tidak akan kalah kali ini!” jawab Bell dengan semangat. “setelah pulang sekolah aku harus mengikuti rapat tentang acara sekolah tahunan, Bell” James yang melihat ekspresi Bell berubah kecewa memutar otaknya. “bagaimana jika hari minggu? Akan kukosongkan jadwalku pada hari minggu” James melhat jawaban yang ia berikan mengubah ekspresi Bell menjadi ceria kembali. “kutunggu kamu jam 10!” Bell meninggalkan James dengan senyum diwajahnya. Diam – diam James mencuri pandang pada perempuan berambut hitam panjang yang sedang memakan bekal makannya sendirian. “andaikan aku bisa berbicara dengannya...” batin James. Bagaimana tidak? Annie Carol, perempuan dengan paras cantik, postur tubuh yang tidak terlalu tinggi maupun pendek, ditambah sikapnya yang pemalu itu, uh! Benar – benar tipe yang James idam – idamkan!
Saat James selesai menghadiri rapat setelah pulang sekolah, hari sudah hampir sore, di perjalanan pulangnya, James melihat Annie melewati gang sepi, James ingin menyapanya dan berbicara dengannya, siapa tahu dirinya bisa dekat dengan Annie. Maka James mengikuti Annie sampai Annie masuk salah satu rumah yang James tidak kenali,yang pasti adalah itu bukanlah rumah Annie, karena rumah itu terlihat tak terawat dengan rumput yang sudah meninggi dan dindingnya yang seakan – akan mau roboh. Mau apa Annie di dalam sana? James merasa jika ia sudah terlalu jauh mengikuti seseorang dan takutnya Annie menganngap dirinya adalah paparazi maka James memaksa dirinya harus pulang, tetapi belum sampai melangkahkan kakinya, keingin tahuannya membuat dirinya melawan segala pikiran negatinya. James pun nekat menyelinap masuk, James tidak dapat melihat apa – apa – apa, hanyalah kegelapan karena didalam rumah itu tidak ada lampu yang masih berfungsi dan kondisi rumah itu sangat luas. Tidak lama berputar – putar dan menabrak benda – benda didalam rumah itu, James dapat menyesuaikan matanya dan merasakan sesorang didekatnya. Saat James mengintip ke dalam salah satu ruangan, dilihatnya Annie dari balik pintu sedang menghidupkan lilin sebagai penerangan di tengah – tengah ruang kosong yang agak luas. Sedang apa Annie di tempat seperti ini? apa Annie mengikuti suatu aliran sesat? Pikiran James terjawab setelah Annie selesai mengidupkan lilin. “wahai angin, angkatlah aku, wahai tanah, jangan biarkan aku menyentuhmu!” setelah Annie selesa mengucapkan kata – katanya, seketika itu juga James melihat Annie melayang dan terbang kesana kemari di udara. Sempat terpikir oleh James bahwa Annie adalah salah satu keturunan penyihir, apakah Annie adalah salah satu dari merciless?. Karena ingin melihat dengan lebih jelas, dengan tidak sengaja James mendorong pintu dimana ia mengintip Annie hingga pintu itu terbuka, ekspresi Annie tadi sangat senang karena dapat melayang berubah menjadi tegang, atau lebih tepatnya ketakutan. James yang melihat hal itu segera mencari tempat bersembunyi, dilihatnya sebuah lemari yang sudah reyot di pojok ruangan itu, dan cepat – cepat ia bersembunyi di dalam lemari itu. “siapa itu?!” Tanya Annie gelagapan, dari balik lemari James mengintip Annie yang melayang menuju ke arahnya dengan aura sihir di sekitarnya. “keluar! atau aku akan menyerangmu saat aku menemukanmu!” Annie yang tadi ketakutan berubah menjadi berani mengancam. Keringat bercucuran membasahi wajah James, James bingung apakah dirinya harus keluar dan lari? Atau dirinya keluar dan berbicara baik – baik dengan Annie? James mengambil resiko dengan memberanikan dirinya untuk keluar. Mata Annie bertemu dengan mata James sehingga mereka saling memandang satu sama lain, “kamu melihatnya kan?” tanya Annie dengan raut muka tidak senang. “melihat apa?” jawab James pura – pura tidak tahu, James tahu itu adalah jawaban yang salah. Sambil mengangkat tangannya, Annie mengucapkan mantra, “tunggu seben–”belum selesai berbicara, James merasakan kakinya tidak menyentuh tanah, James melihat dirinya melayang, jadi ini rasanya melayang di udara?. “sekarang kamu melihatnya kan?”
Bersambung ke buku dua