i'm not psycopath i'm high-function sociopath
FIRST LAUNCH buku dua
Secara tidak sengaja James menggunakan kekuatannya membuat lemari tempatnya bersembunyi menabrak Annie, Annie berhasil menghindar tetapi dia menabrak dinding di belakangnya dengan keras dan saat itu juga James terjatuh dengan sedikit keras menghantam tanah. “Annie? Apa kau baik – baik saja?”
Mereka duduk berhadapan di ruangan itu, Annie menatap James kesal. “baiklah, aku akan mulai berbicara” jawab Annie ketus.
“jadi kamu itu apa? penyihir?” suasana menjadi canggung saat Annie menanyakan hal itu. “bukan, aku adalah manusia biasa” jawab James. “bagaimana denganmu? apa kamu itu penyihir?" tanya James dengan sedikit kesakitan karena lututnya lecet karena terjatuh tadi. “iya, tetapi aku tidak menggunakan kekuatanku untuk hal – hal yang jahat” jawab Annie.
“dan tidak semua penyihir adalah merciless, james.” Lanjut Annie, “ayah dan ibuku adalah penyihir, mereka melarikan diri begitu juga para penyihir jahat yang kalian lawan melarikan diri” lanjutnya.
“lalu bagaimana kamu memiliki kekuatan bila kamu hanyalah manusia biasa?” tanya Annie, James mengambil resiko dengan menceritakan semuanya pada Annie. “aku baru tahu jika the saver bisa memberikan kekuatannya”.
Di balik laboratorium terkenal bernama “DALIMAN LABORATORIUM AND RESEARCH”, merciless mengumpulkan “yang terpilih” untuk dieksperimen. Stein duduk dengan santainya sambil meminum cokelat panas meskipun saat itu langit tidak menurunkan salju di Seattle.
“apa ada kabar terbaru tentang anak itu?” tanya Stein.
“dia mengembangkan kekuatannya dan semakin kuat, kurasa kita harus cepat – cepat menangkapnya”
“tenanglah, kita sudah memiliki salah satu penyihir itu, bukan? Tinggal menunggu waktu hingga dia memberitahukan pada kita” jawab Stein dengan pandangan keluar jendela, memandangi penduduk kota Seattle yang sedang berlalu – lalang.
“KRINGG!!!” bel berbunyi tanda bahwa sekolah telah usai telah berbunyi, James memandangi Annie yang sudah membereskan mejanya dan keluar dari kelas.
Di perjalanan pulangnya, James merasa seseorang yang mengikutinya, james mengarahkan dirinya ke arah gang sepi dan bersembunyi dibalik tempat sampah. James mendengar langkah kaki menuju ke arahnya, James mencoba melihat siapa orang itu, sayangya orang itu membenamkan topi hingga James tidak dapat mengenali wajahnya. Saat orang itu memunggunggi James, James mengendap – endap dan mengunci leher orang itu. “James! Lepaskan! Ini aku!”
James menyadari suara orang itu adalah suara yang James kenal seharian penuh kemarin, ya orang itu adalah Annie, maka James melepaskan kunciannya dan Annie menarik nafas panjang untuk mennghirup oksigen sebanyak - banyaknya. “maaf Annie, aku tidak tahu jika itu kamu”
Annie mengelus – ngelus lehernya yang sedikit kesakitan karena kuncian James, “tidak masalah James, yang terpenting adalah aku merasa ada yang mengikutimu, dan kurasa orang ini tidak berniat sama denganku” jawab Annie, “la-lalu apa yang akan kita lakukan?” tanya James. “bagaimana kalau kita pancing orang itu ke tampat kemarin, siapa tahu kita bisa mendapatkan informasi dari orang itu”
James dan Annie berlari dan sampai di rumah kosong itu, “setelah ini apa yang akan kita lakukan?” kata James sambil mengawasi dari balik jendela sedangkan Annie mengucapkan mantranya. Setelah Annie selesai mengucapkan mantranya, mereka dikejtukan dengan seorang laki – laki yang mengendap – ngendap masuk, sementara James mengalihkan pandangannya kepada laki – laki, Annie memberi aba – aba untuk mengikuti laki – laki itu. James heran karena laki – laki itu merasa mereka tidak ada disana, “jangan berisik, kamu akan membuat mantra ini percuma jika kamu berbicara terlalu keras” kata Annie sambil berbisik. “lalu apa rencanamu setelah ini?” tanya James. “Saat kuberi aba – aba, lemparkan benda tajam apapun yang ada di dapur ke arahnya dan jangan berhenti menyerangnya, setelah dia menghindar, aku akan menyerangnya dengan mantraku, apa kamu mengerti?” kata Annie. James mengangguk mengerti, setelah orang itu berada di dapur, Annie memberikan aba – aba “satu... dua... tiga... SEKARANG!” dengan cepat pisau, garpu, piring, panci, dan benda tajam lainnya melesat menuju orang itu, sesuai rencana Annie, orang itu menghindari benda – benda itu, dan dengan cepat Annie mengucapkan mantranya.
James melihat orang itu tersenyum sinis karena Annie selalu gagal berulang kali mengucapkan mantra, “kalian para bocah, jangan macam – macam dengan merciless” James menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk menyerang orang itu. Annie yang melihat hal itu langsung mengucapkan mantranya “Peya Obenti, Naya Pulesh Yowa, Yowe Donna Wacko Fuja Erin Yowa!“
Seketika api keluar dari tangan Annie dan semakin api itu membesar membentuk seperti inti bumi dan melesat mengenai orang itu. Mantra yang diucapkan Annie mengenai orang itu dan membuat orang itu terbakar hidup – hidup.
“kita harus cepat lari dari sini!” kata Annie sambil menarik tangan James. Tanpa mereka sadari, orang itu nekat menyerang mereka dengan keadaan masih terbakar, Annie yang melihat hal itu, mendorong James menjauhi serangan orang itu. Serangan orang itu awalnya mengarah pada James, tetapi sekarang mengarah kepada Annie, untungnya Annie sempat menghindar menjauhi orang itu tetapi dengan cepat orang itu menyerang Annie tanpa memberi Annie kesempatan untuk membalas, Annie berhasil mencari celah dan menangkis serangan untuk pertama kalinya. Orang itu terkejut melihat Annie bisa menangkis serangannya, dan menyerang Annie dengan mengarah tinjunya ke perut Annie, tetapi tinjuan itu hanyalah tipuan untuk Annie, serangan yang sebenarnya mengarah memukul tengkuk Annie membuat Annie tergeletak tak sadarkan diri. James mengarahkan semua kekuatannya untuk menyerang orang itu, tetapi orang itu berhasil menghindari serangan demi serangan.
“jangan melawan, karena aku harus membawamu hidup – hidup” dengan cepat orang itu melayangkan tinjunya ke arah James, James tidak sempat mengindar dengan cepat dan tinju orang itu mengenai perutnya. James tersendak dan dengan susah payah berusaha berdiri, ketika orang itu berusaha melayangkan tinjunya lagi ke arah, tinjunya terhenti karena perintah yang menyuruhnya berhenti.
James melihat seorang laki – laki berjalan ke arah James dan berlutut tepat di depannya dan mengangkat kepala James. “maafkan pertemuan kita tidak bisa dengan bicara baik – baik James. Dengar, kami tidak akan menyakitimu, james”
“Lalu apa yang dia lakukan? Merangkulku terlalu erat?”
“kami hanya ingin tahu mengapa kamu bisa memiliki kekuatan seperti halnya the saver “ katanya dengan sopan sambil tersenyum ramah.
laki - laki tadi yang menyerang James mengangkat James, perlahan matanya terasa berat, dan James tidak sadarkan diri.“bagaimana dengan perempuan itu? Apa kita juga akan membawanya? Dia itu penyihir” tanya laki - laki itu menunjuk Annie. “kamu bawa saja, siapa tahu dia berguna untuk kita”
Saat James membuka mata, James merasa sangat pusing. Saat James menyadari bahwa dia dan Annie dibawa oleh laki – laki tak dikenal dan terdampar di ruangan seperti laboratorium, James mengamati dirinya duduk di kursi dalam keadaan terikat dengan tangan di belakang. James mengamat – mengamati sekitar dan mendapatkan Annie di sebelahnya dengan kondisi tak dasarkan diri, James melihat banyak orang berlalu lalang memakai pakaian serba putih dibalik jendela ruangan dimana aku berada, kulihat di sebelah kiri ku Annie terbaring masih tidak sadarkan diri. Aku meronta – ronta berusaha melepaskan diri, tapi sebuah suara menghentikkan tindakannya. “jangan banyak bergerak atau kamu menyakiti dirimu sendiri” saat James mendongakkan kepalannya ke atas, James melihat pria yang berbicara dengannya dengan baju sangat formal itu sekarang memakai jas laboratorium dengan masker diwajahnya. “apa yang kamu inginkan dariku!”
“yang aku inginkan adalah saat aku menanyakan beberapa pertanyaan, kumohon kamu menjawabnya atau kami akan menggunakan cara kami” jawab pria itu sambil menyeret kursi agar dekat dengan James. “kamu berharap mendapat jawaban setelah memperlakukanku seperti ini? kamu ini bodoh atau apa?”
“sebelum aku bertanya, ijinkan aku memperkenalkan diri, namaku Frankenstein, panggil saja aku Stein. Aku adalah salah satu ilmuwan disini. Kurasa cukup untuk perkenalannya, bagaimana kalau kita mulai pertanyaannya? mengapa kamu bisa mendapatkan kekuatan the saver?” lanjutnya.
Stein yang sedari tadi tidak membiarkan James berbicara membuat matanya beradu dengan mata James
“bahasamu formal sekali ya? kamu ini apa? Kaki tangan merciless?“
“bagaimana kalau kamu menjawab pertanyaanku James?”
“kalau begitu bagaimana kamu bisa tahu bahwa aku memiliki kekuatan the saver?” tanya James dengan geram. Tanpa menghiraukan James, Stein menoleh ke arah pintu masuk, “masuklah” kata Stein kepada seseorang dibalik pintu yang sedari tadi menunggu. Saat pintu laboratorium terbuka, James melihat perempuan berambut pirang yang dikuncir dengan jas laboratorium seperti Stein, bedanya ia memakai masker yang menutupi separuh wajahnya, mata James bertemu dengan mata perempuan itu saat perempuan itu berjalan ke arah James dan perempuan itu langsung mengalihkan pandangannya kepada Stein. James merasa perempuan itu tidak asing baginya “mengapa kamu menutupi wajahmu?” tanya Stein kepada perempuan itu, belum sempat perempuan itu menjawab, Stein sudah menjawab pertanyaannya sendiri “oh kurasa aku tahu” katanya sambil melihat James dengan alis dinaikkan. “ini laporannya pak” kata perempuan itu sambil menyodorkan buku laporan kepada Stein.
“apa ada yang bisa kubantu pak?” tanya perempuan itu kepada Stein, “bagaimana jika kamu membantuku memberikan anak ini melakukan prosedur pertama”
Perempuan itu berjalan menuju meja yang penuh suntikan diatasnya begitu juga Stein, setelah perempuan itu memilih suntikan, perempuan itu melihat James dengan mata sendu. “yang ini pak?” tanya perempuan itu, “ya, serum kejujuran untuk anak itu, satunya lagi untuk anak perempuan disebelahnya”
James yang melihat hal itu mulai meronta – ronta lebih kuat lagi, tapi tidak ada yang bisa ia lakukan. Perempuan itu mendekatkan suntikannya kepada James, yang James pikirkan adalah setelah perempuan itu menyuntikan serum kejujuran kepadanya, ia akan menceritakan semuanya kepada mereka, James mencari – cari benda tajam seperti pisau atau apapun itu untuk membebaskan diri. Pandangan James tertuju pada pisau bedah di atas meja dekat perempuan itu mengambil suntikan, James menggunakan kekuatannya untuk mengarahkan pisau itu kepadanya, sesaat sebelum pisau bedah itu hampir sampai pada James, James tidak menyadari Stein menyadari tindakan James dan memegang erat pisau bedah itu agar tidak samapi kepada James. “kamu ini cerdas juga rupanya”
Terjadi tarik menarik antara James dengan Stein, terjadi perbedaan besar kekuatan James dengan Stein, melihat hal itu, kecil kemungkinan James untuk menang melawan Stein, James mencari cara untuk melawan Stein. James melepaskan pisau bedah itu dan pisau bedah itu terlempar jauh ke belakang Stein, begitu pula Stein terlempar ke belakang dan mendarat dengan pantatnya yang terlebih dulu mencium lantai. Melihat pisau bedah itu tergeletak jauh dari Stein, James menggunakan kesempatan dimana Stein masih menikmati punggungnya yang kesakitan, James cepat – cepat memfokuskan lagi pikirannya pada pisau bedah itu untuk memotong pengikat tangannya dan James berhasil melepaskan diri. Setelah James membebaskan diri, dia langsung membebaskan Annie dengan cara yang sama, tetapi saat James baru saja akan membebaskan Annie, Stein diam – diam mengucapkan mantranya
“Diru Gema Guti Oyu Dera Wea Fune Petu Duse Peawa!” sinar terang mengisi ruangan setelah Stein mengucapkan mantranya, menyilaukan mata James sesaat. Saat sinar itu hilang, dan James mulai membiasakan matanya, James melihat ada 5 pedang melayang di sekitar Stein. James menggunakan kekuatannya agar pedang itu menyerang Stein, salah satu pedang itu berhasil dikendalikan James, tetapi keempat pedang yang lainnya melindungi Stein. Sial!, sebelum James memikirkan cara untuk menyerang Stein, secara bergantian pedang – pedang itu mulai menyerangnya, dan salah satu dari pedang itu berhasil mengiris pipi James dan meninggalkan bekas luka disana, dan juga membuat James tidak sengaja menjatuhkan pisau bedah dari genggamannya. Sambil memikirkan cara untuk menyerang Stein, James memfokuskan pikirannya kepada pisau bedah yang tadi sempat terjatuh dari genggamannya untuk melepas ikatan Annie.
“percuma saja James, pedang – pedang itu tidak akan berhenti menyerangmu jika aku tidak menyuruh mereka berhenti”
“Jika dengan jarak jauh aku tidak bisa menyerangnya, maka akan kucoba dengan jarak dekat!” Dengan cepat James melayangkan tinju pada Stein, dan salah satu pedang itu menggores punggungnya. Tanpa Stein sadari, yang james lakukan hanyalah mengalihkan perhatiannya agar Annie bisa mengucapkan mantra padanya.
“Bea Naw We!” seru Annie mengucapkan mantranya dan membuat pedang – pedang itu berjatuhan sebelum sempat melukai James lagi. Stein terperangah melihat Annie yang ada dibelakangnya, maka dengan cepat, James mengambil salah satu pedang dan menancapkannya tepat di jantung Stein. “sekarang jawab pertanyaanku Stein, apa yang merciless rencanakan?” tanya James. “tentu saja kamu tahu James, seperti halnya ayahmu. Kami ingin membuat manusia super buatan” jawab Stein. “dasar psikopat!” jawab James. “no no James, i’m not psycopath, i’m high-functioning sociopath” jawab Stein dengan senyum sinis. James menarik tangan Annie dan keluar dari laboratorium, “James! Apa yang kamu lakukan?” tanya Annie, “tentu saja mencari ayahku! Sekarang aku akan mencari ayahku!” jawab James. “kalau begitu aku akan membantumu” jawab Annie.
First Launch Selesai