Karena WAKTU Percaya Kau Bisa Melakukannya
Waktu hanya sebuah kata. Namun, waktu bisa berubah menjadi Asa, Rasa, Cerita, Cinta, Cita-cita bahkan Permata tergantung bagaimana cara kita menyikapi waktu yang kita punya.
Setiap orang memiliki waktu. Kadang menjadi kawan, kadang menjadi lawan. Kita tidak bisa mengendalikan waktu. Tapi, kita bisa melakukan banyak hal dengan memanfaatkan waktu itu. Belajar, bekerja, atau berkarya adalah sebagian kecil dari apa yang bisa kita lakukan dengan memanfaatkan waktu.
Tapi, bagaimana jika kita terjerumus oleh waktu ?. Terkadang kita mengabaikan isinyanya. Begitu, waktu terbuang percuma. Lepas, jika dikaji lebih mendalam kita hidup dengan waktu yang singkat. Bisa hanya dalam tempo 3 waktu. Kemarin, sekarang, dan Esok. Kemarin adalah masa lalu yang tidak bisa kita ubah. Sekarang adalah penentu esok. Serta esok adalag misteri yang belum terpecahkan.
Banyak diantara kita yang hanya memandang sebatas detik, menit, jam, hari, bulan dan tahun. Begitu, hasil dari upaya untuk memanfaatkan waktu tidak berjalan dengan efektif. Namun, jika kita memandang waktu dari segi filosofis, waktu bisa kita jadikan sahabat yang terus mengingatkan kita jika ada akhir yang harus kita lalui untuk memulai awal yang baru.
Tanpa kta sadari, waktu menemani hari-hari kita. Waktu terus berjalan seiring seirama dengan langkah perjuangan kita. Memang tidak mudah mengenal waktu lebih dekat. Tidak mudah jika kita tidak mampu mengisinya dengan sesuatu yang bermanfaat.
Di era dewasa ini, kita dituntut serba cepat dalam melakukan apapun, hingga muncul berbagi inovasi yang menawarkan hasil serba instant tanpa melalui proses yang rumit. Berbeda dengan 20 atau 50tahun yang lalu yang jauh dari kata serba instant. Proses adalah kunci melakukan hal-hal baik pada masa lalu. Oleh katena itu, dengan adanya masa yang lebih modern ini kita diharapkan mampu bekerja dengan cepat. Waktu pun terasa lebih singkat. Mengapa? Karena banyak kesibukan yang harus dituangkan dalam satu waktu. Hal ini menjadi pemicu waktu terasa tidak ada atau tidak cukup melakukan hal-hal diluar jam sibuk kita.
Padahal, masih banyak yang mampu kita lakukan. Memulai petualangan, wisata, menolong sesama, melukis, membuat puisi serta belajar hal-hal baru yang sebelumnya tidak pernah kita capai.
Tapi, bagaimana melakukan semua hal itu di masa yang serba sibuk oleh keterbatasan wakt ?. Bukan hal yang mustahil untuk melakukannya. Dibutuhkan kesadaran dan motivasi diri agar kehidupan kita di dunia tidak terbuang percuma. Jadikan setiap detik menjadi barang mewah yang rugi jika kita membuangnya percuma.
Pada sisi yang lain, banyak diantara kita yang menggunakan waktu untuk keperluan negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ada pula yang membiarkan waktu berlalu begitu saja. Melambaikan tangan pun tidak sempat untuk mengawal kepergian waktu. Yang merenggut waktu pada saat itu adalah kemalasan.
Jatuhkan kemalasan itu dari pundakmu, seraya bangkit dan memulai hal-hal yang belum kau kejar pada mada yang lalu. Tidak ada kata terlambat jika kau masih berteman dengan waktu. Jangan hianati waktu. Tetap bersamanya dalam melakukan kebaikan.
Cobalah sesekali meluangkan waktu yang kita punya untuk menghubungi atau sekedar berjumpa dengan kerabat lama. Atau berkunjung ke museum sejarah untuk mempelajari kejadian masa lampau. Dibalim kesibukan rutinitas, masih ada terselip waktu luang untuk memulai kebaikan-kebaikan yang lain. Isi waktu itu dengan kebaikan selagi kau masih mampu. Kelak jika kau ingin melakukannya tapi waktu sudah tidak tersedia, hanya cambuk dalam hati yang menemanimu sambil bertanya pada diri sendiri. Mengapa pada waktu itu saya tidak melakukannya?
Teringat sebuah kisah dimana seorang remaja miskin yang hidup menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi adik serta ayah yang lumpuh akibat kecelakaan kerja yang dialamai 5 tahun silam. Remaja itu bersekolah serta makan dari hasil menjajakan koran dan membantu pedagang buah untuk mengangkut buah-buahan di sebuah pasar dekat tempat gubuknya bersandar pada sebuah tembok bekas industri kertas tempat ayahnya dulu bekerja. Sejak pagi buta ia sudah terjaga untuk berangkat ke sekolah tempat iya menimba ilmu. Perut kosong sudah menjadi teman hidupnya. Sepulang sekolah ia menjajakan koran dan membantun pedagang di pasar. Upah yang ia terima hanya cukup untuk makan. Tapi siapa sangka kegigihannya mencari nafkah tidak terbatas. Jika ada yang membutuhkan jasanya, ia senantiasa membantu walau tanpa imbalan sekalipun. Karena ia percaya setiap kebaikan yang ia lakukan tidak berlalu begitu saja. Kelak akan ada hasil yang ia peroleh.
Tak terasa waktu berlalu cepat, remaja tadi telah tumbuh menjadi pria dewasa yang tegap dan gagah. Ia masih gigih menolong orang yang membutuhkan jasanya. Hingga suatu ketika ia berjumpa dengan pedagang buah tempat ia dulu bekerja. Pedagang itu hidup sebatang kara tanpa anak maupun sanak keluarga. Tububnya membungkuk, kulitnya keriput termakan usia. Ia tidak mampu lagi melanjutkan usaha yang ia punya hingga pada akhirnya ia menunjuk pria tersebut untuk melanjutkan usahnya. Hingga kini usah toko buah tersebut sudah menjadi toko yang besar dan memiliki cabang dimana mana. Sebagian besar konsumennya adalah para pemilik restauran kerabatnya dulu.
Dari kisah di atas kita bisa memetik hikma bahwa sekalipun desakan hidup memaksa kita untuk menyerah, kita tidak harus menyerah pada keadaan. Tetap berusaha dan lakukan kebaikan adalah cara bangkit dari keadaan itu. Kelak hasilnya akan kita petik dikemudian hari. Tidak ada pohon yang langsung berbuah sesaat setelah ditanam.
Oleh karena itu tanamkan pada diri kita untuk tetap melakukan kebaikan disela-sela jam sibuk kita. Jangan abaikan mereka yang meminta bantuan dan belas kasihmu. Bantu mereka dengan senyuman dan hati terbuka.
Manfaatkan waktu itu untuk belajar. Karena dunia terlalu luas jika hanya mengandalkan kedua kaki untuk mengelilinginya.
Manfaatkan waktu itu untuk memperbanyak teman serta kerabat, karena dunia terlalu keras untuk kau jalani sendiri.
Jangan menyerah apapun yang terjadi. Buang rasa malasmu dan ganti menjadi usaha yang kelak. Akan membuahkan hasil. Masa depan menanti apa yang kau usahakan hari ini.
Bersenang-senanglah dengan waktu sekalipun harus dilalui dengan keringat dan air mata. Kegigihan menanamkan kebaikan akan menghasilkan kebaikan berlipat dikemudian hari. Jangan putus asa. Masih banyak di luar sana yang memiliki kekurangan lebih dari anda. Tapi mereka mampu berkarya dan mengharumkan nama bangsanya. Lantas apa yang telah kita lakukan untuk mengisi waktu selain dari rutinitas kita?. Sudah berapa banyak orang yang kita bantu?. Sudah berapa banyak kebaikan yang kita tanam?. Sudah pantaskah kita dikatan orang yang baik? . Sudah pantaskan kita memetik kebaikan dikemudian hari?
Manfaatkan waktu kita untuk menopang hidup sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Pergunakan sebaik mungkin. Karena WAKTU percaya kamu bisa melakukan.