“Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind.†― Bernard M. Baruch
Mengejar Mimpi
“Hai”, namaku Jaylee Wang, panggil saja Jay. Aku masih duduk di kelas XII SMA di sekolah ternama di Kota Bandung. Aku ini berasal dari Medan. Aku pergi ke Bandung hanya untuk bersekolah. Di Bandung aku tinggal di kosan tanpa ditemani keluargaku. Aku ke Bandung karena ingin menjadi lebih mandiri.
Aku sebentar lagi akan masuk kuliah. Namun aku belum tahu akan masuk jurusan apa. Aku memiliki cita-cita untuk menjadi seorang penulis, actor, dan juga sutradara. Kemungkinan besar aku akan mengambil jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual) akan tetapi aku masih ragu untuk menjadi seperti apa yang kupikirkan. Aku memiliki teman baik namanya Jul, dia selalu mensupport aku untuk menjadi apa yang aku mau. Ketika orang-orang berpikir kalau menjadi penulis itu tidak ada masa depan bila bukunya tidak laku. Namun Jul selalu membuatku untuk tetap berpikir positif. Aku mulai berpikir untuk memulai mengasah kemampuanku dalam menulis dan juga menjadi sutradara dengan cara membuat film pendek. Kemudian film pendek pertamaku telah selesai, sebelum aku mengupload film pendek ini ke YouTube aku meminta saran dari Jul untuk menilai apa yang kurang dari film pendek ini. Jul juga merupakan aktor utama dalam film ini dan aku sebagai aktor sampingan saja. Jul pun setuju untuk mengupload film ini ke YouTube karena dia piker film ini sudah cukup bagus. Setelah selesai diupload aku mempromosikan film pendekku ini di akun media social media milikku dan Jul juga membatu mempromosikan film ini juga.
Keesokan harinya di sekolah mulai mendapat kritik dan saran dari beberapa teman dan guru. Aku sempat tidak menyangka kalau film ini akan ditonton oleh teman-teman dan guru-guruku di sekolah. Setelah beberapa film telah aku buat, aku sempat berpikir untuk menjadi seorang youtuber terkenal, karena banyak orang menjadi terkenal karena youtube. Aku berpikir bila aku terkenal akan lebih mudah untuk menjual semua buku yang kutulis. Karena secara logika aku akan memiliki penggemar dan mereka akan membeli buku yang kutulis itu. Dari situlah aku mulai untuk membuat video-video. Namun aku diejek sebagai “youtuber gagal” karena tidak banyak orang yang menonton videoku. Dan sudah 1 bulan kumencoba namun tidak ada peningkatan. Aku bercerita tentang ini semua pada Jul. Aku pun menelepon Jul karena aku berpikir untuk berhenti menjadi apa yang kumau. Aku berkata “ Jul, sepertinya aku akan berhenti untuk menjadi seorang youtuber dan sepertinya mimpiku untuk menjadi seorang penulis, sutradara, dan aktor tidak mungkin terwujud, dan orangtuaku juga menginginkan ku untuk menjadi seorang dokter.” Namun Jul berkata “ Woi, sabar dulu aja memang awalnya tidak akan berjalan dengan lancar sesuai ekspetasi ! Sudahlah jalankan saja dulu jangan cepat menyerah dan lakukan lah apa yang kau suka!” Tetapi aku berpikir untuk menjadi dokter seperti yang orangtuaku inginkan.
Semenjak itu aku terus belajar biologi dan anatomi tubuh manusia. Tetapi aku tidak menikmatinya sama sekali. Aku merasa ini bukan bidangku namun aku melakukannya untuk membuat orangtuaku senang. Tetapi pada akhirnya nilai ujian biologiku tetap jelek. Aku merasa hidupku tidak ada artinya ketika aku tidak melakukan apa yang kusuka. Pada akhirnya aku memutuskan untuk kembali menulis beberapa cerpen dan membuat beberapa video. Aku terbayang kata-kata Jul yang membuat aku semangat kembali untuk melanjutkan mimpiku. Aku tidak peduli apa yang orang lain katakana padaku. Esoknya di sekolah aku berbicara dengan Jul dengan keputusan ku untuk kembali melakukan apa yang aku inginkan dan yang ku suka. Aku berkata kepada Jul “Jul,aku telah memutuskan untuk kembali menulis cerita dan menjadi youtuber.” Jul berkata “ Bagus lah kalau begitu kau harus yakin dengan apa yang kamu lakukan dan jangan menyerah hanya karena kata-kata orang lain, memang terkadang semuanya tidak akan berjalan dengan lancar namun kamu harus tetap maju untuk mencapai cita-cita mu, tunjukkan kepada mereka kalau kamu ini menyukai bidang ini !” Aku pun merasa senang karena Jul selalu memberiku motivasi untuk terus melakukan hal-hal yang aku suka.
Satu bulan kemudian aku mulai bahagia karena channel YouTube ku mulai berkembang semakin baik. Mulai banyak orang yang memberikan acungan jempol dan komentar yang cukup baik. Teman-teman ku yang sebelumnya mengejek aku, akhirnya mereka juga mulai memuji dan mereka merasa bersalah karena sudah mengejek. Semenjak itu juga aku mulai menulis buku bukan cerpen lagi, kurasa ini saat nya untuk melangkah lebih maju lagi jadi aku berpikir untuk membuat sebuah buku. Buku pertamaku berjudul “LIFE” dan diluar dugaanku setelah diterbitkan buku itu lumayan laku. Orangtuaku mulai berpikir kalau aku memiliki bakat dalam menulis cerita jadi mereka mendorong ku untuk menjadi apapun yang aku mau, karena mereka berpikir kalau aku harus menentukkan masa depanku sendiri. Seiring berjalannya waktu namaku mulai dikenal banyak orang. Aku semakin sibuk karena Ujian Sekolah dan Ujian Negara sudah dekat, dan aku mulai kesulitan dalam mengatur waktu belajar. Tapi pada akhirnya aku lulus SMA. Setelah lulus SMA aku memiliki waktu libur yang panjang. Aku habiskan waktu itu untuk menulisdan membuat video. Akhirnya liburanku telah berakhir, aku pun masuk perguruan tinggi.
Aku dan Jul diterima di universitas ternama di Bandung, aku akhirnya memilih untuk masuk jurusan DKV dan Jul memutuskan untuk masuk jurusan hukum. Tanpa aku sangka orang-orang sudah mengenal namaku, hatiku berasa sangat senang. Namaku mulai terkenal dan mulai banyak orang yang ingin membuat video bersamaku. Seiring berjalannya waktu tanpa aku sangka, aku mendapat tawaran untuk bermain film layar lebar. Aku sangat senang karena itu aku langsung menemui Jul dan memberitahukan dia tentang ini. Aku berkata kepada Jul “Jul, aku ga nyangka dapat tawaran main film!” Jul berkata “Yes, akhirnya kamu bisa mendapat apa yang kamu impikan.” “Jul, makasih banyak ini semua terjadi karena kamu, mungkin ini semua tak akan pernah terjadi bila kau tidak pernah menyemangati aku!” kata Jay. “Ini juga karena kamu yang selalu semangat untuk melakukan apapun yang kau mau, walaupun kau pernah jatuh dan menyerah namun kau memutuskan untuk berdiri dan melanjutkan semua yang telah kamu mulai.”kata Jul.
Akhirnya Jay dan Jul lulus kuliah dan mereka memiliki keluarga masing-masing. Hubungan mereka tidak pernah putus. Walaupun sekarang mereka sudah berkeluarga dan memiliki pekerjaan yang berbeda namun mereka selalu berteman dengan baik. Bahkan mereka suka berkumpul bersama untuk berbincang dan saling bertukar pikiran. Jay akhirnya dapat menjadi seseorang yang ia impikan sejak kecil, walapun banyak masalah yang harus ia hadapi namun ia selalu menemukan jalan keluarnya, karena ia tahu bahwa akhirnya semua perjuangan akan membuahkan hasil yang baik.
TAMAT