melorasaragi17

“perjuangan tidak berhenti ketika sudah merasa puas akan hasilnya. Namun, awal untuk memulai proses perjalanan yang baru, karena tantangan yang didepan jauh lebih sulit dari pada yang sudah berlalu”

PENGALAMAN ADALAH PERJALANAN KU

“perjuangan tidak berhenti ketika sudah merasa puas akan hasilnya. Namun, awal untuk memulai proses perjalanan yang baru, karena tantangan yang didepan jauh lebih sulit dari pada yang sudah berlalu”

Pagi  hari yang cerah sang mentari semangat memberi sebuah senyuman hangat dari sela jendela kamar kosan untuk membangunkan meli dari tempat tidurnya dan meli tinggal bersama kakaknya may. Pagi ini may lebih awal bangun daripada adiknya meli karena may harus ke kampus.

“dek bangun!!! Udah jam 7 ini, kamu tidak masuk kerja hari ini? Tanya sang kakak dan memukul kaki meli.

“bentar lagi kak, aku masih ngantuk, semalam aku pulang lama dari tempat kerja” sahut mely pada kakaknya dan sambil memeluk bantal guling.

“mel, bangunlah!! Nanti kamu telat ketempat kerja dan kakak juga bentar lagi berangkat ke kampus”kata may sambil bersiap siap untuk berangkat kekampus

Setelah beberapa menit kemudian may akan berangkat kekampus, may kuliah di salah satu universitas swasta yang ada di indonesia sedangkan meli adiknya bekerja di salah satu boutique di mall, untuk biaya mau kuliah dan juga terkadang meli membantu may disaat butuh uang.

“dek, kakak ke kampus ya, nanti jangan lupa makan” kata may pada adiknya

“iya kak, hati hati ya kak” jawab meli

“yap” sahut may dan menutup pintu kamar kos

meli termenung dan dia teringat ternyata sudah hampir satu tahun setelah tamat dari SMA, sebenarnya meli juga berniat ingin kuliah tapi tidak di swasta seperti kakaknya karena keadaan ekonomi yang tidak mencukupi dan kuliah di swasta pasti lebih mahal dari pada kuliah di negeri. Tahun lalu, meli mengikuti test seperti SNMPTN, SBMPTN dengan jalur bidik misi dan test ikatan kedinasan tapi hasilnya hanyalah sebuah kegagalan dan sia-sia tak satupun lolos untuk PTN.

Namun tahun ini meli mencoba kembali untuk mengikuti test SBMPTN sekitar satu bulan yang lalu dan sudah punya rencana kedepannya jika tidak lulus masuk PTN

“jika tahun ini aku tidak lolos PTN maka aku harus mencari pekerjaan yang lebih bagus lagi kata mely dalam hatinya.

“oh, iya hari ini tanggal berapa ya? Tanya meli pada diri sendiri. “oh iya ampun ini tanggal 13 juni, ni hari pengumuman SBMPTN jam 2 kata meli pada dirinya yang sedang melihat kalender dan memukul jidatnya.

Tak terasa tiba tiba sudah jam 9 pagi meli harus cepat cepat mandi dan dia terburu buru mempersiapkan segala keperluannya untuk dibawa ketempat kerja seperti bekal nasi, air mineral, dll dan di masukkan ke dalam tas nya, setelah itu meli segera berangkat dan menunggu angkutan umum seperti biasa untuk ketempat kerja.

 

 

Diangkot meli menchat may agar melihat hasil pengumuman nanti siang

 “kak nanti siang jangan lupa lihat pengumuman SBMPTN ku” pesan meli pada kakaknya dari sebuah media sosial

“iya dek, okay dek siip” balas may

“makasih ya kak” kata meli dan sambil menutup handphonenya . sekitar 15 menit kemudian meli turun dari angkot dan sampai ketempat kerja tepat pada waktunya, hari ini meli sangat penasaran dengan hasil SBMPTNnya “lulus gak ya???” tanya nya dalam hati.

Kemudian teman satu kerjanya meli datang dan bertanya padanya

“mel bagaimana hasil ujian SBMPTN mu?” tanya winda

“ ohh belum tau wind tapi pengumumannya nanti siang” jawab meli pada winda

“mana mungkin kamu menang SBMPTN, lawan mu banyak dan itu seluruh indonesia” kata winda membuat meli sangat down

Namun meli berkata sama winda “aku tau saingan ku untuk masuk SBMPTN ITU banyak, tapi aku punya Tuhan yang sangat luar biasa dan aku yakin kita punya kenyakinan dan kepercayaan masing masing dan saya masih punya pengharapan pada Tuhan selagi masih bisa berharap dan meminta pada Tuhan namun jikalau pengharapan tidak sesuai dengan keinginan ku, Tuhan punya rencana jauh lebih indah dari yang aku rencana kan”

“kamu itu tidak akan menang, kamu sih sok pintar” kata winda dan mengejek winda

“sabar mell say” kata meli dalam hati dan meninggalkan winda digudang

Meli kemudian melanjutkan pekerjaanya merapikan beberapa pakain yang berantakan tapi meli melamun sambil pikirannya ke pengumuman SBMPTN membuat hatinya tidak sabar mendengar hasil pengumuman itu lulus atau tidak.

Jam menunjukkan arah jam 12 siang meli pergi ke gudang dan mengmbil waktu untuk berdoa dan hampir setiap hari meli lakukan di gudang. Tiba tiba customer datang kebetulan orang asing yang tidak bisa bahasa indonesia di boutique itu hanya ada dua orang yang bisa bahasa inggris yaitu meli dan kasih. Kebetulan kasih sedang sibuk jadi meli yang harus melayani customer itu.

“can i help you sir” kata meli pada orang asing itu

Customer: I’d like to look at some shirt for me If you have the bright colors for shirt, bring it all for me

“All right, these all our new collections for the bright colors. Or you want the blue ones with the yellow stripes. It’s good for you sir, maybe. “ kata meli dengan menawarkan beberapa baju

Customer: Oh yes. That’s a nice shirt. Could you take it out, please?

“Okay, what’s the size? Tanya meli

Customer: Twelve (Dua belas)

“Twelve? Are you sure? “ tany meli untuk memastikan

Customer: Yes, I’m sure

“Here you are. You can pay it at the cashier over there. Meli menunjukkan arah kasih pada bule tersebut

Customer: How much this one?

“That’s one hundred and fifty rupiah. Plus taxes. Jawab meli

Customer: Okay, I’ll payed it. Thank you then.  

“Thank you very much sir and come again” kata meli dan tersenyum kearah bule tesrsebut

meli sangat senang dan enjoy bekerja di boutique itu, meli tidak melihat seberapa besar gaji yang diterimanya setiap bulan tapi seberapa banyak pengalaman yang sudah dia miliki karena dipikiran meli selalu terlintas  “pengalaman adalah perjalanan ku”.

Kasih datang ke arah meli dan berkata “ makan siang sama yokkk mel, aku udah lapar”

“ ayok aku juga” jawab meli

Ketika meli dan kasih makan bersama di gudang boutique , kasih bertanya pada meli “ mel bagaimana hasil pengumuman SBMPTN mu?

“belum tau mel, belum ada kabar dari kakak ku” kata meli yang terus makan

“emang... kemana aja kamu pilih daerahnya” tanya kasih lagi

“aku pilih sumatera utara medan dan di luar kota kota medan ini jawab meli dan tesenyum.

“oke... oke. Semoga menang ya mel. Supaya kamu juga bisa kuliah seperti apa yang kamu harapkan  dan lulus di kampus yang favorite kamu “ kata kasih

“thanks kasih” jawab meli yang sedang memegang sebuah gelas yang berisi air putih

Setelah meli dan kasih dan teman yang lain juga selesai makan siang dan melayani beberapa customer yang silih berganti datang ke boutique. Tak terasa , waktu begitu cepat berlalu ,

Tak lama kemudian handphone meli berbunyi dan ternyata panggilan masuk dari kakaknya

“halo kak, gimana hasil pengumumannya kak? Tanya meli sangat penasaran

“hmmmmm, gak lulus dek”  terdengar kata kata itu dari kakaknya dan membuat meli sedih dan terdiam sekejab,

“tetap semangat ya dek, jangan sedih masih ada kesempatan di lain waktu” kat kakak

Meli terdiam dan meneteskan air mata

“serius kak aku gak lulus?” tanya meli untuk memastikan pada kakaknya

“iya dek kakak serius, kamu belum beruntung” jawab kak may

Tiba tiba suara terdiam dan Di dalam hati, meli berkata “pakah aku harus dua kali untuk gagal?”

“dek. Selamat ya kamu lulus SBMPTN tidak di medan tapi DILUAR KOTA” kata kakak dengan suara senang

Serasa meli tidak yakin dan seperti mimpi menedengar informasi bahwa meli menang di salah satu universitas negeri di indonesia

“kak coba katakan sekali lagi pinta meli pada kakaknya karena bahagia dan terharu”

“dek, kamu belum yakin menang? Kata kakak tertawa terbahak bahak karena sudah membuat ku sedih.

“YES, berarti mulai sekarang bahkan saat ini aku sudah mahasiswa dan aku akan kuliah tahun ini

“ iya dek, semangat ya untuk kerjanya biar ada ongkos tambahanmu naik pesawat untuk berangkat kesana kata kak may

“Iya kak” jawab meli dengan senang hati

Meli selalu ingat apa kata kata kakaknya yang hampir setiap hari di dengarkannya yaitu  “bahwa perjuangan itu tidak berhenti ketika sudah merasa puas akan hasil yang sudah di terima, namun itu awal untuk memulai proses perjalanan yang baru karena tantangan yang didepan jauh lebih sulit untuk dilalui dari pada yang sudah berlalu”

Kata kata itu selalu tersimpan di memori pikiran meli yang membuatnya hampir setiap malam buka buku dan bahas soal soal  walaupun pulang dari pekerjaan sudah capek dan letih dan tepat di hari pengumuman SBMPTN, meli menang dan sangat bersyukur pada tuhan dan berterimakasih pada kakak satu satunya.

 “oke kak, aku selau ingat apa yang kakak katakan yang hampir setiap hari aku dengar di kosan” jawab meli bercanda

Menang di SBMPTN bukan akhir segalanya untuk meli tapi tantangan baru mulai muncul untuk membuat nya ragu untuk kuliah karena keadaan ekonomi yang sangat drastis menurun. Namun meli punya prinsip dan ingat kata kata kakaknya sehingga meli punya tekad untuk tetap mempertahankan agar bisa pergi dan berangkat ketempat dimana ia menang, karena bagi meli, dia  harus mempertahankan apa yang sudah dimulai dan mengambil keputusan akan kuliah di luarkota , dengan keadaan ekonomi yang kurang baik pasti ada jalan keluarnya. 2 minggu setelah pengumuman SBMPTN meli harus daftar ulang dan pastinya ongkos pesawat tidak murah.

sebelum berangkat meli menyempatkan waktu 3 hari untuk pulang kampung untuk pamit kepada bapak, mama dan kedua adiknya, ketiga harinya meli dan bapaknya harus berangkat kemedan dan disana mereka menginap dirumah sanak saudara, sebelum berangkat mereka berangkat mama berkata “ inang, baik baik disana ya, jaga kesehatan mu, walaupun mama nggak ikut mengantarmu ke bandara kualanamu tapi bapaklah dan kakakmu yang mewakili mama dan adik adikmu sampai kualanamu”

“iya mak, doakan terus anak mu ini supaya lancar perkuliahan ku disana nantinya samapai aku tamat dan membawa sebuah ijazah sarjana” jawab meli sambil memeluk dan mencium ibunya yang seakan tidak ingin berpisah tapi harus demi cita cita

Tiba tiba ayu datang dan memeberi sesuatu untuk meli

“kak, ini ada sesuatu ingin keberikan untuk kakak, semoga sapu tangan ini berguna untuk kakak setiba sampai di kendari (SULAWESI TENGGARA), jarak kakak dengan keluarga tidak dekat dan kita akan jarang berjumpa selama kakak kuliah disana nantinya, hanya sebuah sapu tnagan ini yang bisa ku berikan untuk kakak” kata ayu pada kakaknya meli dengan nada yang sedih dan memeluk kakaknya

Setelah itu meli dan ayahnya berangkat kemedan, keesokan harinya jam 10 malam jadwal keberangkatan meli untuk mengejar impian dan cita citanya yang telah tertunda setahunnya yang lalu, namun bagi meli hal itu tidak menjadi masalah baginya.

Bapak, kakak, dan sanak saudara mengantar meli sampai bandara kualanamu saja, di bandara meli sangat senang dan terharu bahkan bangga memiliki kedua orangtuanya yang sangat hebat. Walau tidak seorangpun mengantar meli sampai kekendari namun meli cukup senang melihat ayah dan kakaknya dan  tanpa mama adik adiknya ikut mengantarnya. Meli  merasa seakan tidak percaya akan pergi dan akan kuliah disana.

Waktu tetap berjalan terus, keberangkatan pesawat sebentar lagi kemudian meli segera check in

“ini bu” kata meli dengan memberi sebuah kertas tiket pada petugas bandara

Petugas bandara memebri kembali ticket meli

“makasih bu” kata meli dan tersenyum ramah

Inilah waktunya meli akan pergi dan akan menginjak kan kaki dimana dia harus melanjutkan pendidikan bahkan jauh dari keluarga dan sanak saudara tidak ada disana. Bahkan meli pergi ketempat yang belum dia ketahui sama sekali

“Pak, kak , aku pamit ya , untuk bapak semoga sehat dan panjang umur bapak, untuk kak may semoga lancar kuliahnya dan baik baik kak dimedan “kata mely dengan sedih.

“hati hati ya inang nanti kalo udah samapi kabari bapak ya “kata ayah meli sambil memberi tas kopernya yang berisi pakaian

Meli mengambil koper itu dari tangan ayahnya dan berbalik badan terus menuju pesawat yang akan membawa meli. Dari jarak kejauhan meli tetap melihat ayah dan kakaknya tetap berdiri memperhatikannya

Ini pertama kali bagi meli untuk duduk didalam pesawat Dan malam ini akan menjadi pengalaman  sejarah yang paling berharga untuk perjalanan hidup meli dan meli tetap ingat “bahwa perjuangan itu tidak berhenti ketika sudah merasa puas akan hasil yang sudah di terima, namun itu awal untuk memulai proses perjalanan yang baru karena tantangan yang didepan jauh lebih sulit untuk dilalui dari pada yang sudah berlalu”

Meli sakarang kuliah di UNIVERSITAS HALUOLEO  jurusan AGRIBISNIS PERTANIAN di kota Kendari Sulawesi Tengara (Sultra).

.

*inang= panggilan anak perempuan bagi suku batak toba.