Asif

Masa lalu merupakan hal yang paling penting dan berkesan dalam hudup. Setiap mahkhluk didunia ini pasti punya pengalaman masa lalu yang tak pernah terlupakan semasa hidupnya, baik bersifat positif maupun negatif. Namun jika kita mengaanalisa dari masa lalu itu dapat memberikan pelajaran dan hikmah bagi kita untuk mengevaluasi apa yang kurang dalam diri kita sehinga kita dapat menjadi pribadi yang semakin baik dari hari ke hari. Jadi apapun yang terjadi dengan masa lalu mu ambillah hikmahnya.

Masa Lalu Mu Memperbiki Mu

"Semuanya sudah terlambat dan semuanya berlalu". Curahan hati Raihan. Menarik nafas dalam-dalam dan tangannya mengusap-ngusap rambutnya. Dalam hasratnya ia ingin sekali berteriak dengan keras untuk dapat menenangkan dirinya saat ini. Tatapi tidak mungkin dilakukan nanti yang ada ia dianggap orang setres yang berteriak disebuah taman tanpa tujuan yang jelas.

Raihan seseorang pria dewasa berumur 27 tahun yang berada di taman yang berada dipinggiran jalan yang banyak dilalui oleh kendaraan serta orang - orang yang melewati taman itu. Dia duduk disebuah bangku kayu dan disebelahnya terdapat es kopi yang dinikmatinya. Menikmati angin berhembus perlahan menerpa tubuh Raihan, yang saat ini sedang mengalami sebuah masalah dalam hidupnya. Pikirannya sedang berantakan sangat kacau karena masalahnya. Matanya melirik kesekitar untuk mencari sebuah inspirasi yang dapat menyemangati hidupnya. Kemudian matanya tertuju pada suatu buah manggah tua yang terjatuh dari pohonnya karena terpaan angin yang kencang.  Manggah tersebut sudah tua dan tidak kuat menahan lagi. Kemudian buah mangga itu menggelinding ke jalanan dan terinjak oleh anak kecil kemudian manggah tersebut terlihat bonyok dan sedikit kotor karena injakan tadi.

Mata Raihan masih tertuju pada buah manggah malang tersebut. Raihan yang saat ini sedang mengalami masalah besar dalam hidupnya. Saat ini Raihan sedang merasa bahwa hidup yang dijalani selama ini telah sia-sia tidak ada gunanya lagi. Sudah tidak ada lagi gairah semangat hidupnya kerena ia saat ini tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.

Sambil tersenyum melihat sebuah manggah yang jatuh dan terinjak tadi. Ia berfikir bahwa hidupnya seperti manggah tua tersebut yang telah jatuh dari pohonnya. Dulu waktu maggah tua  tersebut dalam masa-masa keemasannya / masa matang ia memiliki banyak kesempatan untuk menjadi yang lebih baik dari pada manggah yang lainnya dan menjadi banyak yang menginginkannya. Kini manggah tua tersebut sudah jatuh terinjak dan tidak mungkin untuk dapat kembali lagi, mungkin saja ada yang ingin membantu / mengambil manggah tersebut untuk dimakan kembali  tetapi kemungkinan tersebut kecil sekali karena manggah tersebut sudah tua dan bonyok akibat terinjak.

Sama halnya seperti manggah tua tersebut. Ketika pada masa - masa emasnya Raihan memiliki peluang besar dan kesempatan untuk dapat mengukir prestasi yang lebih baik untuk masa depannya. Namun Dia telah menghabiskan masa - masa emas disekolahnya dengan hal-hal yang berbau negatif seperti bolos dan tawuran. Apa yang dialakukan disekolah sama sekali tidak ada kenangan serta manfaatnya untuk masa depan dirinya. Dia telah melewati masa sekolahnya selama tiga tahun dengan sia-sia membuang waktu belajar dan terlalu sibuk untuk mementingkan kebahagiaan dirinya yang sifatnya hanya sementara bukan untuk masa depannya sehingga ia lupa akan kewajiban sebagai siswa yaitu belajar. Kini ia hanya menjadi seseorang buruh pabrik yang baru saja dipecat dari pabriknya.

Akhirnya ia merasakan penyesalan yang sangat mendalam karena masa lalunya. Banyak teman seperjuangan ia yang sudah berhasil dan sedikit merasa iri melihatnya karena hidup temannya sudah lebih baik dibandingkan dirinya. Adai saja semua ini dapat diulang kembali mungkin ia akan mengulangnya dan mengugunakan waktu dengan sebaik-baiknya.

Kemudia tanpa disadari seseorang pria paruh baya kurang lebih berumur 40 tahun menghampiri Raihan yang duduk dibangku kayu. Kemudia pria paruh baya tersebut duduk disebelah raihan. Pria paruh baya berkata "hey anak muda kelihatannya kamu sedang ditimpah masalah ya". tanya  pria paruh baya tersebut, yang sebelumnya sudah memperhatikan dari kejauhan raut wajah muram Raihan yang menandakan sedang ada masalah.

"Sudahlah anak muda cerita saja apa masalah mu. Mungkin saja aku bisa membantu masalah mu. Aku juga pernah mengalami seperti mu". Pria paruh baya tersebut mencoba membantu masalah yang sedang dialami Raihan. Awalnya Raihan sempat ragu terhadap pria paruh baya ini. Tetapi setelah melihat gelagat wajahnya yang sepertinya dia adalah orang baik Ia langsung percaya bahwa pria paruh baya tersebut dapat membantunya.

"Baiklah aku akan bercerita. Dari tadi aku duduk disini melihat buah manggah tua tersebut yang jatuh dan terinjak". Sambil menunjuk ke arah buah manggah. "Yah seperti manggah tua itulah yang jatuh dan terinjak saat ini aku alami. Aku telah menbuang masa-masa emas disekolah, aku adalah siswa yang malas belajar, suka bolos, sering tawuran, dan lain sebagainya. Seharusnya aku bisa menggunakan masa emas itu dengan sebaik-baiknya dengan cara banyak mengukir prestasi bukan seperti itu, mungkin selayaknya tidak ada harapan lagi untuk saya dapat bangkit kembali". Raihan menceritakan semua penyesalan yang ada dibenak hatinya kepada pria paruh baya tersebut.        

Pria paruh baya tersebut hanya bisa tersenyum dan sedikit tertawa mendengarkan cerita Raihan. "Kok Bapak malah tertawa mendengarnya" tanya Raihan."Cobalah kamu perhatikan buah manggah tua yang jatuh tadi " kata pria paruh baya teraebut. Suasana sekitar sejenak sunyi tampa ada perkataan sedikitpun. Merka berdua hanya bisa memandangi buah manggah tua tersebut.

"Hey pak terus gimana apa yang harus saya lakukan. Tadi bapak bilang siap membantu saya" tanya Raihan nampak kesal. Pria paruh baya tersebut hanya bisa tersenyum dan menunjuk ke arah buah manggah tua yang tadi jatuh dan terinjak. "Tuh lihat buah manggah tersebut diambil sama anak jalanan" ucap pria paruh baya.

"Yang harus kamu lakukan adalah seperti buah manggah itu" ucap pria paruh baya. "Maksudnya" tanya Raihan. "Kamu harus mampu bangkit belum ada kata terlambat untuk kembali yang terpenting adalah cari penolong mu, yang mampu mengangkat dan membantu mu kembali selayaknya buah manggah tersebut" ucap pria paruh baya. "Kalau tidak ada bagaimana" tanya raihan. "Maka berjuanglah sendiri. Setiap orang pasri memiliki masalalu yang buruk termaksud diri saya, baik gagal di permalukan dijatuhkan diinjak-injak dan yang lainnya. Namun yang terpentin adalah bagaimana kita mampu untuk bangkit dari keterpurukan tersebut" kata pria paruh baya tersebut.

Pria paruh baya tersebut merupakan sesorang pembisnis yang hebat saat ini. Tiap bulan memiliki penghasilan kurang lebih 20 juta. Ia sempat diundang di sebuah acara televisi untuk berbagi pengalaman semasa hidupnya mulai dari susah sampai sekarang ia sukses. Tanpa diketahui oleh Reihan sebelumnya biografi tentang pria ini. Pria ini memiliki nasib yang sama dengan bahkan melebihi nasib yang dilakukan Raihan selama masa sekolah dan mudanya.

Saat waktu sekolah pria paruh baya ini adalah siswa yang sangat bandel bisa dibilang broken home, saking bandelnya ia pernah diskor oleh sekolahnya selama satu bulan karena kasus perkelahian dengan siswa sekolah lain. Tidak hanya itu ia juga sering berkumpul dengan teman-temannya untuk berpesta minum-minuman beralkohol hingga pulang larut malam. Ia juga harus merasakan tidak naik kelas pada saat kelas 11 SMA.

Sampai akhirnya ia lulus dari sekolahnya dengan nilai seadanya seperti perbuatannya yang dilakukannya selama ini. Setelah lulus dari sekolah ia belum juga sadar, sampai pada suatu saat ia mendapatkan inspirasi disaat ia ikut seminar tentang makna kehidupan. Semenjak ia ikut seminar tersebut ia mulai berubah dan berbenah untuk menyambut masa depannya. Dari seminar tersebut ia mendapatkan kata-kata inspirasi yaitu bahwa hidup ini adalah pilihan, maksudnya adalah kalau kamu mau sukses maka berjuanglah jika tidak ya sebalinya. Dengan kata-kata itu akhirnya ia semangat untuk berjuang kembali meraih cita-citanya.

Panjang kali lebar nasihat yang diberikan oleh pria paruh baya tersebut membuat Raihan berfikir. Kemudian pria paruh baya tersebut langsung meninggalkan Raihan. Tanpa diketahui siapa nama pria paruh tersebut. "Hay pak siapa nama mu, sunguh aneh bapak itu. Tapi terima kasih pak nasehatnya". Ucap Raihan setelah pria paruh baya itu pergi.

Setiap manusia pasti memiliki masalah dan beban hidup yang berbeda-beda namun yang menyamakannya hanyalah kegigihan perjuangan apabila kita ingin menyelesaikannya masalah tersebut. Memamg setiap manusia memiliki masalah lalu yang buruk maupun baik. Namun yang terpenting sikap kita untuk dapat mengambil hikmah dan pembelajaran yang terdapat dari pengalama tersebut. Apabila pengalaman kita buruk mulailah dari sekarang kita memperbaikinya dan jangan mengulanginnya dimasa yang akan datang. Sebaliknya bila baik maka harus kita pertahankan dan menambahkan dengan hal - hal yang baik pula.

Pesan moralnya adalah lakukan yang terbaik pada hari ini jangan terpengaruh oleh masa lalu mu yang buruk. Justru karena masa lalu itulah kita dapat mengevaluasi diri kita untuk masa depan yang lebih baik. Jika kita ingin mengetahui masa depan kita lihat lah apa yang kita lakukan hari ini. Karena masa depan adalah milik mereka yang mempersiapkan hari ini. Tetap semangat dalam menjalani hidup karena masa depan mu telah menunggu mu !