umi

"Jika kamu punya mimpi berusahalah dari sekarang. Jika kamu berusaha maka berdo'alah. Jika kamu sudah berdo'a, pasrahkan pada sang kuasa. Karena, dari situ kamu akan mendapatkan mimpimu"

Terkadang aku sulit memahami apa yang kuimpikan dan apa yang kudambakan. Aku tak mengerti bagaimana caranya mendapatkan mimpi-mimpi itu. Disaat kelas 9 sudah mau berakhir, aku ingin melanjutkan di SMA favorite di kotaku. Tapi, aku tahu kekurangan yang ada pada diriku. Aku sangat kurang percaya diri, sehingga aku memutuskan untuk sekolah di Madratsah yang terletak disamping sekolahan favorite itu. Tak ada penyesalan apalagi kecewa yang mendalam. Aku sangat beruntung bisa sekolah disana. Karena, disamping pelajaran umum terdapat pula pelajaran agama. 

Saat tes pemilihan jurusan telah tiba, aku sangat menginginkan diterima di kelas MIPA unggulan. Usaha yang kulakukan sangatlah memuaskan. Tapi, Tuhan berkata lain. Karena kesombongan pada benakku dan kurangnya do'a yang kupanjatkan. Sehingga aku ditempatkan dikelas yang begitu banyak karakternya. Dikelas itu aku sangat kesal, bosan dengan teman laki-lakiku. Suara bisik ketika jam pelajaran membuatku sulit berkonsentrasi. Untungnya ada temanku yang sangat rajin. Dia selalu mengajari dan memotivasi. Sehingga, aku percaya padanya. Bahwa dia adalah teman yang sesungguhnya.

Waktu terus berlalu, kelas 10 mau berpisah denganku. Disaat kenaikan kelas, dimadratsahku selalu mengadakan tes unggulan. Pesertanya adalah peringkat 5 terbaik dikelasnya masing-masing. Namun, aku tak terpilih dari 5 peringkat itu. Padahal teman yang ku percaya mendapatkan kesempatan itu. Aku sedih kalau nanti aku nggak sekelas dengannya. Setiap mau tidur aku selalu memikirkannya. Hingga aku berani mengungkapkannya bahwa aku ingin mengikuti tes tersebut tanpa dipilih. Waktu kurang lebih 2 minggu kusiapkan dengan matang dan do'a disetiap malam kupanjatkan. Setiap hari kuselipkan do'a di diaryku untuk dijadikan sejarah dalam perjalananku. Sudah tak memikirkan siapa yang akan sekelas denganku. Yang terpenting hari itu aku harus berjuang maju tuk mendapatkan mimpiku.

Waktu pendaftaran sudah dibuka, aku berjanjian dengan ayah digerbang sekolah untuk meminta uang daftar ulang. Karena, pada saat itu aku berada dipesantren. Kutunggu beberapa menit didepan sekolahan. Entah ayah sudah datang atau belum. Yang terpenting pada waktu itu tak ada ayah. Sehingga ayahku yang langsung mendapatkan hadiah itu, Aku masuk dikelas unggulan. Karena pada waktu itu, aku tes tidak bilang kepada orang tuaku hanya meminta restu dan do'a untuk kelancaranku.

Aku sangat senang berada dikelas itu. Karena sudah tidak ada lagi berebut kipas angin. Teman yang sangat bisik pada saat pelajaran dimulai. Dan lain sebagainya. Dikelasku, hanya terdapat 3 laki-laki saja yang 27 itu perempuan. Sehingga, aku sangat senang berada dalam lingkungan itu. Lika-liku menjadi anak unggulan adalah kita dituntuk untuk lebih unggul dibanding teman-teman yang lain. Aku sempat down dan sedih ketika ulangan atau pertanyaan guru tidak bisa aku jawab. Karena, itu sangat memalukan dihadapan teman-teman yang lain. Tak sedikit nilai ulanganku yang jelek. Tapi, untung saja banyak solusi yang kudapatkan untuk berubah yang lebih baik. Dibilang pintar sih ngggak. Aku mengikuti les olympiade Matematika disekolahanku. Disitu aku mulai percaya diri. Sempat bingung dan nggak nyangka kalau disuruh mewakili KSM se wilker, padahal aku nggak pernah ikut-ikat lomba. "Gimanah nih?" ekspresiku ketika dapat info itu. Karena, masih ada temanku yang lebih pintar dibandingkan aku. Aku sempat minder dan pesimis karena waktu 2 minggu untuk bimbingan terasa belum cukup ditambah kertas bimbinganku Hilang pada hari H-2 (bayangkan kalau anda bigitu mungkin biasa² saja😅). Aku sempat menangis dan putus asa. Eh malah dimarahin sama orang tua. Gak papalah, serahin pada yang diatas. Kan niatnya bukan untuk menang, tapi membanggakan(Wesss teh😃). 

Saat tes unggulan kelas 11 aku mulai bingung gimana nanti kalau aku nggak jadi dikelas 12 unggulan. (Pasti kalau kamu malu😀) ya begitulah denganku. Yang aku yakini adalah kekuatan Do'a(ampuh banget, nggak percaya?buktikan dong😀) tes kelas ini aku hanya pasrah saja sama yang diatas. Kalau memang aku masih bisa bertahan itu berarti tempat itu baik untukku. Kalau tidak ya tempat yang lain yang baik untukku. BTW, dikelas 12 kira-kira aku masuk kelas apa ya? Yap, betul daftar ulang aja belum minta tahu masuk kelas 12 Mipa apa😆.

Eh mulai sedih nih! Waktu daftar ulang ayahku nggak punya uang. Lha terus gimana dong? Biasa nyici(kayak kriditan) nggak papa sob. Jangan sedih dan malu kalau anda kekurangan, kan masih ada Tuhan. Disitulah tempat anda bergantung, selain berusaha kita harus berdo'a dan pasrah. Hanya nunggu 1 bulan daftar ulangnya sudah lunas terbayar(untung sekolahku pegawainya baik-baik😊) masih penasaran nih aku masuk kelas apa? Aku masih sekelas dengan teman yang aku percaya namanya adalah Andini dan Wulan sayang sekalai teman yang satunya tidak bisa bertahan tapi nggak papalah sob kan namanya juga takdir. Walau kita nggak sekelas tapi kita sering main bareng waktu istirahat. Dikelas yang lagi-lagi ketemu dengan karakter yang berbeda aku mulai bisa belajar dengan belajar. Pokoknya seru banget sob, kalau dikelasku, kompak plus apalah-apalah deh. 

Itulah kisahku dalam mencari ilmu, hanya sederhana

Terkadang aku sulit memahami apa yang kuimpikan dan apa yang kudambakan. Aku tak mengerti bagaimana caranya mendapatkan mimpi-mimpi itu. Disaat kelas 9 sudah mau berakhir, aku ingin melanjutkan di SMA favorite di kotaku. Tapi, aku tahu kekurangan yang ada pada diriku. Aku sangat kurang percaya diri, sehingga aku memutuskan untuk sekolah di Madratsah yang terletak disamping sekolahan favorite itu. Tak ada penyesalan apalagi kecewa yang mendalam. Aku sangat beruntung bisa sekolah disana. Karena, disamping pelajaran umum terdapat pula pelajaran agama. 

Saat tes pemilihan jurusan telah tiba, aku sangat menginginkan diterima di kelas MIPA unggulan. Usaha yang kulakukan sangatlah memuaskan. Tapi, Tuhan berkata lain. Karena kesombongan pada benakku dan kurangnya do'a yang kupanjatkan. Sehingga aku ditempatkan dikelas yang begitu banyak karakternya. Dikelas itu aku sangat kesal, bosan dengan teman-temanku. Suara bisik ketika jam pelajaran membuatku sulit berkonsentrasi. Untungnya ada temanku yang sangat rajin. Dia selalu mengajari dan memotivasi. Sehingga, aku percaya padanya. Bahwa dia adalah teman yang seaungguhnya.

Waktu terus berlalu, kelas 10 mau berpisah denganku. Disaat kenaikan kelas, dimadratsahku selalu mengadakan tes unggulan. Pesertanya adalah peringkat 5 terbaik dikelasnya masing-masing. Namun, aku tak terpilih dari 5 peringkat itu. Padahal teman yang ku percaya mendapatkan kesempatan itu. Aku sedih kalau nanti aku nggak sekelas dengannya. Setiap mau tidur aku selalu memikirkannya. Hingga aku berani mengungkapkannya bahwa aku adalah ingin mengikuti tes tersebut tanpa dipilih. Waktu kurang lebih 2 minggu kusiapkan dengan matang dan do'a disetiap malam kupanjatkan. Setiap hari kuselipkan do'a di diaryku untuk dijadikan sejarah dalam perjalananku. Sudah tak memikirkan siapa yang akan sekelas denganku. Yang terpenting hari itu aku harus berjuang maju tuk mendapatkan itu.

Waktu pendaftaran sudah dibuka, aku berjanjian dengan ayah digerbang sekolah untuk meminta uang daftar ulang. Karena, pada saat itu aku berada dipesantren. Kutunggu beberapa menit didepan sekolahan. Entah ayah sudah datang atau belum. Yang terpenting pada waktu itu tak ada ayah. Sehingga ayahku yang langsung mendapatkan hadiah itu, Aku masuk dikelas unggulan. Karena pada waktu itu, aku tes tidak bilang kepada orang tuaku hanya meminta restu dan do'a untuk kelancaranku

Itulah kisahku dalam mencari secuil ilmu. Hanya sederhana Tapi penuh makanah. Semoga bermanfaat dan maaf bila ada kata yang salah👌

"Jangan pernah takut bermimpi, berusahalah, berdo'alah dan pasralah. Pasti mimpi-mimpimu akan datang menghampirimu",~ umi khoirotin23 ~

umi

Maaf banyak sekali kesalahan dalam pengetikan👌