Pembohong untuk kebaikan itu ada tapi caranya yang salah, baik ya tetap baik pembohong ya tetap pembohong Tanpa pembohong maka tidak akan ada yang namanya kejujuran begitupun sebaliknya Namun hargailah ia yang berbuat baik kepadamu kerena kita baru merasakan ia sangat berharga ketika kita sudah kehilangan Berjalanlah dan bukan berlari, "Hidup ini perjalanan kawan Bukan Pelarian"
"Bersama Bintang"
Cerita ini dimulai saat pandangan cinta pertama melihat rembulan dalam tirai payung hitam yang dibawakan dalam sajak seorang anak laki-laki dari sebuah pulau kecil yang mencoba membuka mata dan hati kita melalui goretan tinta hitam ini, dan lagi-lagi kisah yang ditulis anak laki-laki ini mengajak kita dalam sebuah terowongan gelap berbau manis yang mungkin pernah dialami oleh beberapa orang saja. Ini adalah ceria mengenai kisah cinta seorang anak yang masih beranjak remaja namun dikelilingi nuansa dewasa yang mengisi pertemanan kesehariannya.
Penulis mengajak pembaca agar menyelam lebih dalam lagi mengenai makna kehidupan, yang akan penulis coba tuangkan bersama cerita cinta.
Banyak hal yang ingin diungkapkan penulis terutama bagaimana merangkum jalan cerita cinta seorang anak yang terjebak dalam alunan sunyi sedikit halus yang menyeretnya masuk kedalam alur cerita yang sedikit aneh, mentaripun terkejut mendengar cerita ini dan bintang malahan tertawa mendengar alur ceritanya. Ceritanya ringan, mengalir namun tak menghilangkan filosopi kehidupan yang memotivasi, , dan beginilah ceritanya dimulai.
Dalam suasana siang menjelang sore, aku biasa pulang dari tempatku kuliah namun indra pertamaku masih terngiang dalam suasana diluar kelas yang masih dalam kampus yang sangat luas ini. aku berkuliah ditempat yang lumayan hebat bagaimana tidak kampus ini masuk dalam 15 kampus terbaik dinegeri ini tentu aku bangga berada disini dan tentu saja pasti banyak orang dengan berbagai kepribadian hebat disini.
Sudahlah tak bisa kita pungkiri, ini memang jeratan takdir, pagi hari mencuci mata dengan tumpukkan mata perkuliahan dan saat kelas selesai aku bertemu seseorang yang baru aku ajak kenalan tadi malam diTweeter dia manis dan lucu, niat kami serupa mencari pendanaan untuk kuliah disini aku cukup kaget karena kami kuliah di tempat yang sama.
Ketika kali pertama kami bertemu dia sangat ramah, banyak hal yang kami ceritakan mulai dari makanan favorit hingga keadaan kami saat ini dan seketika kami pun sangat akrab, kupikir ini akan menjadi PDKT yang manis dalam pikiranku namun semuanya berubah, sesuai janjjinya ia akan mengajakku dalam sebuah misi yang ia sebut mencetak uang, aku penasaran dan aku mengikutinya.
Sssssaaaaaatttt.... dompet dari mahasiswa yang joging disore hari dalam kampus ini sedetik langsung berpindah ketangannya.
Aku bilang padanya,
“Ingat nama belakangku, iya namaku Heru Purnawirawan”
Sambil menegapkan dada didepannya. Lantas sejenak dia berfikir dalam diam tak berkata apa-apa dia mengembalikkan dompet yang ia curi tadi lalu menggenggam tanganku, aku kaget namun tidak bisa melawan dengan wajah yang manis ia menamparkanku dalam bayangan buram namun sedikit manis.
“kita sudah sampai, kata perempuan itu, ayo kita masuk dan selesaikan semuanya”
Dalam kantor itu dia mengakui semua perbuatannya tadi.
Mencuri memang salah, dalam benakku wajar saja dia yang membawaku kesini dan mengakui semua perbuatannya ke pak polisi ini, siapa sih yang tak kenal Marga Purnawirawan, ia mungkin takut terseret jauh lebih dalam lagi daripada sekedar urusan kepolisian karena “Purnawirawan” adalah kelompok gangster besar dan ternama di kota ini mereka tidak tunduk dalam kekuasaan apapun karena mereka kebal hukum, mereka juga bisa memasukkan seseorang ke dalam penjara hanya kerena hal-hal sepele seperti kasus pencurian yang ia lakukan ini, aku tersenyum sesaat setelah ia masuk dalam sel buih itu.
Padahal dalam niatanku, awalnya aku hanya ingin mengajak dia kenalan dan mungkin bisa lebih jauh lagi, jujur aku sayang padanya saat pertama kali aku melihatnya secara langsung dia begitu manis dan lucu dimataku, tak sanggup rasanya aku berhadapan langsung dengannya tapi ya mau bagaimana lagi aku harus memberikan ia pelajaran soal kasus ini.
Aku masih penasaran denganya karena perempuan ini hanya diam saja sejak tadi, tanpa basah-basih lagi aku mulai bertanya,
“Namamu tadi Tiara kan, kau pasti sudah tahu saat mendapat penjelasan dari kepolisian dalam ruangan tadi” tegurku kepadanya.
“Kau sudah tahukan kalau aku hanya membohongimu dengan membawa-bawa marga terkenal itu hanya untuk membawamu kesini, sebenarnya aku ingin memberi tahu bahwa dilihat dari kacamatan manapun mencuri itu salah, sekecil apapun kejahatan yang kau lakukan pada suatu saat kau akan terbiasa dan menjadi calon koruptor yang besar nantinya”.
Dia hanya tersenyum dan masih tidak berkata apa-apa, konyol memang caraku menakut-nakuti perempuan ini dengan sedikit dusta kecil itu. Selang waktu beberapa saat dia menangis, tertawa dan tersenyum lalu mulai berbicara.
“Aku menangis karena aku menyesali perbuatanku tadi, dan aku tertawa berbalut kesal karena kau membodohi aku dan aku tersenyum karena kau tak mengenaliku, apa kau benar-benar lupa dan tak mengenaliku?, sejatinya dari awal aku menggenggam tanganmu terdiam dan langsung membawamu ke kantor ini, karena aku sudah tahu dan menyadarinya dari kartu tanda mahasiswamu yang tergantung dikantong depan bajumu itu” dia menatapku dibalik jeruji itu.
“PURNAWIRAWAN, dan aku langsung tahu bahwa itu kamu Eyu..” katanya sambil tersenyum.
Sontak aku terkejut diam tak berkedip mendengar panggilan nama itu.
Dia melanjutkan perkataannya,
“Aku membawamu kesini bukan karena mendengar Marga Gengster Besar dan ditakuti itu, tapi aku membawamu kesini karena aku tahu berkat Card Name yang tergantung di bajumu itu bertuliskan Purnawirawan, dan nama asli ku adalah Titi Ara Ayuessa sering di panggil TIARA dan nama lengkapku Titi Ara Ayuessa Purnawirawan”
Lagi-lagi aku terkejut mendengar nama yang tertiup angin segar sore itu,
“Jadi ternyata wajah manis itu adalah kau Essak”, aku memanggil nama kecilnya pula.
Aku tak bisa menyalahkan burung-burung yang berbisik dilangit sana, tak bisa juga menyalahkan awan yang terus bergerak dihadapan waktu.
Dengan suara lembut dan halus dia berbisik kepadaku satu kalimat,
“Aku tidak mau mengotori nama baik Marga kita karena kita Masih BERSODARA”
Dan tak lama dia bercerita padaku kalau dia sedang dekat dengan seseorang dan ia menyukainya, tak heran dengan wajah manis seperti itu kalau dia disukai banyak pria, memang sedikit sulit menyukai seseorang yang disukai banyak orang.
Tak bisa aku berkata-kata lagi, aku terdiam karena berada dalam Cinta Satu Darah.
Aku mencintaimu sebatas sayang.. sayang kau tak tahu rupa cintaku seperti apa
Biarlah aku menyukaimu dalam diam karena ku tahu membuat orang lain agar tetap nyaman aku diam, aku diam agar kau tetap nyaman.
Pembohong untuk kebaikan itu ada tapi caranya yang salah, baik yaa tetap baik pembohong yaa tetap pembohong. Tanpa pembohong maka tidak akan ada yang namanya kejujuran begitupun sebaliknya
Namun hargailah dia yang berbuat baik kepadamu kerana kita baru akan merasakan ia sangat berharga ketika kita sudah kehilangan.
Banyak orang gila makannya di tempat sampah namun sehat-sehat saja, sedangkan orang kaya justru banyak yang penyakitan, Why ?
Ternyata orang gila itu mengajarkan satu hal kepada kita, bahwa hidup itu dijalani bukan dipikiri
Perjalanan hidup ini mengisahkan tentang waktu, yang sewaktu-waktu akan terbang menuju cahaya
Maka lakukanlah yang terbaik kerana apa yang kita lakukan dalam hidup bergema dikeabadian.
