| Average Rating : |
| Title | : Odd Things |
| Category | : Short Story |
| Language | : Bahasa Indonesia |
| Published | : June 2017 |
| Total Hits | : 1507 |
| Total Readers | : 967 |
| Status | : Complete |
| Total Pages | : 8 |
| Written by | : stevanixxmn |
|
Ceritanya cukup menghibur, ya. Diawali dengan kejanggalan yang dirasakan tokoh utama karena sikap tokoh sampingan terhadap dirinya, dilanjutkan dengan pengenalan tokoh lebih lanjut seiring berjalannya cerita. Tapi sayang plotnya mudah ketebak, atau mungkin yang difokuskan di cerita ini memang tokoh Ramli yang polos dan gak peka banget. Unik karena jarang ada karakter laki-laki senaif itu. Bahasa yang dipakai juga ringan dan mudah dimengerti, cuma gak ada kata ganti orangnya. Banyak pengulangan nama tokoh dalam satu kalimat yang bikin kurang enak dibaca.
Terus semangat ya ^_^ |
|
Cerpen karya kak Stevanixxmn awalnya membuat saya malah berhalusinasi dengan visual Ara yang memiliki rambut bob dan Ramli dengan seragam culun dan kacamata bundarnya. Namun memilih untuk mengabaikan visual yang saya ciptakan sendiri, saya mulai meresapi kata demi kata yang tertera dalam cerpen tersebut.
Awalnya saya mengira jika tokoh "Ara" sebenarnya sudah mati. Itulah yang dimaksud oleh Ramli sebagai ke"aneh"an Ara. Namun seiring berjalannya cerita, saya malah dibuat tertawa oleh ending yang mengejutkan. Odd Things diibaratkan seperti permen nano-nano, beragam rasanya. Ada komedi, patah hati, jatuh cinta, dan asam manis masa remaja yang tercipta walau cerita ini memakan sedikit waktu saja membacanya. Two thumbs up thor! 👠👠|
|
Menurutku cerita ini sangat menarik. Alurnya sulit ditebak, tidak seperti dugaanku.Jalan ceritanya berbeda dari cerita remaja lainnya.
Karakter Ramli yang membuatku tertawa miris melihat keluguannya. Gaya bahasa dan penulisannya cukup baik dan mudah dipahami, khususnya untuk para remaja. Untuk keseluruhan cerita ini sangat bagus dan sangat menghibur! |
|
Pemilihan cover dan judul cukup menarik. Disini penulis menyuguhkan cerita ringan dengan bahasa sederhana yang dapat menarik perhatian remaja. Alur cerita juga mengalir dengan baik, namun konflik dalam cerita mudah ditebak. Kurang adanya misteri yang membuat pembaca bertanya-tanya. Perkembangan karakter tokoh kurang terlihat, terutama pada tokoh Ramli yang selalu bertanya dan kebingungan akan tingkah Ara. Diksi yang digunakan sudah baik, tetapi sangat disayangkan banyak pengulangan kata di awal-awal paragraf. Terdapat penjelasan kata yang tidak perlu, seperti pada kalimat; mereka-Ramli dan Ara- Seharusnya tidak perlu ditambah penjelas pun pembaca pasti sudah dapat memahaminya. Dari sisi pesan, pembaca kurang mendapat pesan apapun dari membaca cerita ini. Secara keseluruhan, topik yang diangkat cukup menarik karena mengambil kejadian yang benar terjadi di lingkungan remaja.
|
|
Saya cukup tertarik pada bagian awal cerpen ini. Jika biasanya kita menemukan novel atau cerita yang ketika mengambil tema yang berkaitan dengan "percintaan remaja", pada umumnya permasalahan ada di dalam diri cewek. Bagaimana si cewek gelisah terhadap apa yang akan cowok yang disukainya pikirkan tentangnya, bagaimana ia curhat kepada temannya, dan sebagainya. Namun, yang terjadi pada cerpen ini adalah kebalikannya, which is pretty interesting. Kita dapat melihat dari sudut pandang cowok.
Sayangnya, semakin jauh saya membaca cerpen ini, plotnya semakin terasa monoton. Saya tidak menemukan ketertarikan untuk membaca lebih jauh, dan rasa penasaran ingin mengetahui kejadian selanjutnya tidak ada di dalam diri saya. Saya juga merasakan ketidaknyamanan bahwa penulis terlalu sering menyebutkan tokoh utamanya berkali-kali dalam satu paragraf tanpa menggunakan kata ganti. Namun, di samping itu semua saya cukup terhibur dengan endingnya. |