| Average Rating : |
| Title | : Ragu Mengaku atau Kita Sama-Sama Penuh Luka |
| Category | : True Story |
| Language | : Bahasa Indonesia |
| Published | : April 2026 |
| Total Hits | : 4 |
| Total Readers | : 3 |
| Status | : On-Going |
| Total Pages | : 2 |
| Written by | : tanaman.berduri |
Ada cerita yang dibagi itu artinya diantara kita sering terjadi percakapan panjang, Lip?
Disebut kebetulan tapi kita selalu bertemu dengan merancanakannya, Auw?
Kita saling memberi nama baru, ingat tidak saat di atas pohon mangga? mendengar kata "pohon mangga" kita tertawa. Memanjat, duduk, mengunyah mangga sambil menikmati angin pagi, sore, atau malam, dasar pencuri. Kalau pemiliknya datang kami baru berkata "Bu dan Pak punten pisan, kita petik mangga, sedikit".
Lip & Auw, setiap kami memesan makanan, itu identitas kami yang selalu begitu sampai saat ini.
Kalau berharap lebih seharusnya bukanlah kesalahan, untuk yang selalu ada, perhatiannya lebih, dan tidak ada yang benar-benar menjauh.
Percakapan kami selalu sama, asik tak pernah bosan tapi jawabanya tak ada "Kita benar-benar tak pernah terjadi, atau hanya pura-pura tidak berani?