Rahmi96

Kerja Keras Tidak Ada yang Sia-sia

Sahabat Terbaik

Tahun ajaran baru di mulai, seluruh Mahasiswa Universitas Indonesia Merdeka ( UIM) memulai kegiatan perkuliahan dengan gembira. Ada banyak wajah-wajah baru di kampus UIM. Mereka ada Mahasiswa baru yang pertama kali merasakan suasana kampus. Diantara mahasiswa UIM ada salah satu dua orang Mahasiswa yang mempunyai sifat yang sama tetapi memiliki pemikiran berbeda soal kehidupan. Mereka ada Vania dan Vivi. Vania dan Vivi jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia semester 7. Mereka selalu bersama baik di kelas maupun di luar kelas.

“ Van, kalau kamu udah selesai tugas pragmatik pinjam aku ya tugas kamu.” Kata Vivi.

“ iya vi nanti aku pinjamin tugas aku tapi kamu jangan copas semuanya ya, nanti ketahuan sama dosennya gimana. “ kata Vania.

“ iya van aku ngak bakal copas semuanya kok.” Sambung Vivi.

“ aku pulang dulu ya vi, bye” Vania melambaikan tangan.

Setelah sampai di rumah, Vania mandi, shalat dan mulai membuat tugas kuliahnya. Begitu juga dengan Vivi dia juga pulang, mandi dan shalat tetapi Vivi tidak membuat tugas kuliahnya. Dia langsung buka gadgetnya dan bermain sampai larut malam. Waktu menunjukkan pukul 22.00, Vania selesai mengerjakan tugas kuliahnya.“akhirnya selesai juga, pegal-pegal badan aku semua. Sekarang waktunya tidur.” Kata Vania.

Disisi lain, Vivi masih aja sibuk bermain gadget sampai pukul 01.00 tanpa memperdulikan tugas kuliahnya yang bertumpuk. Dia sama sekali tidak merasa khawatir dengan kuliahnya yang begitu banyak tugas yang ada setiap harinya. “ wow udah pukul 01.00 aja, ngak terasa udah selarut ini. Aku kuliah pagi besok semoga aja ngak telat bangunnya.” Kata Vivi.

Keesokan harinya, Vania udah ada di dalam kelas sedangkan Vivi masih belum datang. Vania terus menunggu Vivi dengan rasa cemas karena dosen yang mengajar hari itu adalah dosen yang disiplin. Beberapa menit kemudian Vivi datang dengan tergesa-gesa dan langsung duduk.

“ Vi, kamu darimana aja, aku udah cemas nungguin kamu.” Tanya Vania.

“ aku telat bangun tadi karena begadang lagi tadi malam. Shalat subuh aja telat banget tadi.” Jawab Vivi.

“kan udah aku bilang jangan bermain gadget terus batasin waktu pakai gadget itu sampai-sampai tugas kuliah kamu di buat sehari sebelum di kumpulin.” Kata Vania.

“ iya Vania, maaf-maaf tadi malam itu aku keasyikan WhatApp an sama teman jadi ngak tahu udah larut aja. Oh ya nanti aku pinjam tugas kanu ya, pasti kamu udah selesai kan.” Sambung Vivi.

“ iya Vi nanti aku pinjamin tapi ingat ya jangan copas semua tugas aku. Dosennya datang.” Kata Vania.

Vania meminjamkan tugasnya kepada Vivi tapi Vivi tetap saja mengopas semua tugas Vania tapi di edit sedikit pun. Ujian semester pun datang. Semua Mahasiswa mempersipkan diri untuk menghadapi ujian khususnya Mahasiswa tingkat akhir karena ini adalah ujian terakhir yang dihadapi setelah 3,5 tahun kuliah.

“ hai Vivi, gimana persiapan ujiannya? Lancarkan?” tanya Vania.

“hmhmhm gimana ya, aku ngak belajar tadi malam karena keasyikan bermain gadget.” Jawab Vivi.

“ ya ampun vi, kamu ngak berubah juga ya. Ini udah semester terakhir, apa kamu masih ingin bersikap seperti ini terus. Nanti kamu menyesal, aku sebagai teman cuma bisa mengingatkan aja ya, resikonya kamu tanggung sendiri.” Kata Vania.

“ iya Vania maaf deh, aku besok bakal belajar tapi ujian hari ini aku nyontek kamu ya.” Kata Vivi.

“ lihat nanti aja Vi.” Jawab Vania.

Ujian pun berlangsung dengan tenang, seluruh Mahasiswa UIM terlihat konsentrasi membaca soal ujian. Vivi sibuk memanggil Vania selama ujian dan Vania merasa terganggu dan tidak konsentrasi membaca soal-soal ujian. Tetapi Vania tetap membantu Vivi untuk terakhir kalinya. “ ini untuk yang terakhir ya Vi jangan nyontek lagi dan kamu janji besok belajar ya.” Bisik Vania. “ iya Van aku janji besok akan belajar, jawaban no 1 dan 2 apa?” tanya Vivi. Vania pun menjelaskan jawaban ujian kepada Vivi tanpa sepengetahuan pengawas ujian.

Semester 7 pun berakhir. Nilai seluruh mahasiswa telah keluar. Nilai Vania dan Vivi banyak yang sama bahkan nilai Vania di bawah Vivi padahal Vivi selalu menyontek sama Vania. Vania mengikhlaskan jika nilainya turun padahal Vania selalu mengerjakan tugas kuliahnya sendiri dan bekerja keras sampai malam untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

“ Van, IP kamu berapa? Pasti tinggi kan.” Tanya Vivi.

“ IP aku turun Vi. Aku lihat nilai kamu bagus-bagus ya.” Jawab Vania dengan sedih.

“ hehehe ini karena kamu Van, kamu selalu membantu aku saat ujian. Terima kasih ya, kamu ikhlaskan nilai kamu seperti bertukar dengan aku.” Tanya Vivi.

“ aku ikhlas dna percaya pada ketetapan yang ditentukan oleh Allah, aku yakin kegagalan yang aku dapat sekarang pasti ada hikmah dibalik semuanya. Aku sudah bekerja keras mungkin hasilnya akan terlihat nanti. Aku cuma bisa bekerja keras dan berdoa sekarang, hasilnya aku serahkan sama Allah. Aku yakin Allah akan memberikan yang terbaik atas semua kerja keras yang aku lakukan.” Jelas Vania.

Semua Mahasiswa angkatan 2013 wisuda termasuk Vania dan Vivi. Mereka mendapatkan IPK yang berbeda tipis. Vania 3.70 sedangkan Vivi 3.68. Mereka sangat gembira bisa wisuda bersama. Setelah seminggu kemudian Vania dan Vivi melamar pekerjaan sebagai guru di Sekolah yang sama. Mereka berdua sangat gugup dan saling memberi semangat satu sama lain. Pertama Vivi yang di wawancara dan selama Vivi di dalam , Vania pun dipanggil keruang wawancara.

“ Apakah anda yang bernama Vania Indah Sari.” Tanya salah seorang guru.

“ iya buk.” Jawab Vania.

“ kita mulai wawancaranya ya.” Kata guru tersebut.

Wawancara pun dimulai. Vania dan Vivi mendapatkan pertanyaan yang sama saat wawancara yaitu inti materi perkuliahan mereka pada semester 1-7. Vania pun bisa menjawab semua pertanyaan dari guru yang mewawancarai sedangkan Vivi tidak dapat menjawab karena dia selalu menyontek Vania baik untuk tugas kuliah maupun ujian. Vania pun diterima langsung mengajar di Sekolah favorit itu dan Vivi tidak diterima.Vivi melamar ke beberapa sekolah lain tapi hasilnya tetap sama.

Setahun kemudian, Vania naik jabatan dari guru biasa menjadi guru inti pada beberapa sekolah favorit serta menjadi inspirator dalam seminar-seminar pendidikan. Sedangkan Vivi masih menganggur dan menyesali perbuatannya selama kuliah dan mendapatkan nilai tanpa kerja keras dan usaha. Walaupun awalnya kerja keras Vania tidak sesuai yang diharapkannya tetapi dia ikhlas menerima kenyataan itu dan terus bekerja keras untuk belajar disertai dengan berdoa tanpa menyerah. Hasil dari kerja keras Vania mendapatkan hasilnya setelah beberapa tahun kemudian.

thomas

ya semoga tidak sia2, karena kalau sia2 berati kerja kerasnya kurang cerdas mungkin.